- istimewa - antaranews
Buntut Bos Kartel Narkoba Tewas, Kartel Mengamuk hingga Warga AS Jadi Target di Meksiko
David Bar-Tal mengatakan dia dan pasangannya melihat "pilar api hitam" dan ledakan di dekat rumah mereka.
“Sekarang tengah malam. Sudah tenang cukup lama. Tidak ada ledakan, tidak ada mobil yang terbakar,” katanya, setelah seharian penuh aksi yang disebutnya heboh.
“Tapi besok, kami dengar akan ada jam malam,” katanya.
“Semua orang akan tinggal di rumah. Tidak ada sekolah, tidak ada bank,” sambungnya.
Ia mengatakan minimarket dan toko-toko di lingkungannya diminta untuk tutup.
“Kami tinggal di dekat stadion, yang pada hari Minggu sangat ramai. Ada banyak orang di sana dan polisi datang dan meminta semua orang untuk pulang,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kematian Oseguera menjadi pukulan besar bagi jaringan kriminal yang ia pimpin, sekaligus disebut sebagai kemenangan penting bagi pemerintah Meksiko dalam menunjukkan hasil nyata dalam perang melawan kartel, termasuk kepada pemerintahan Presiden Donald Trump.
Kemudian, eks petugas polisi itu selama bertahun-tahun memimpin CJNG hingga berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling kuat dan kejam di Meksiko.
Selain itu, Badan Penegakan Narkoba Amerika Serikat sebelumnya menyebut kelompok ini sebagai salah satu ancaman terbesar dalam perdagangan narkoba global.
Dilansir dari berbagai sumber, operasi militer dilakukan di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, Meksiko bagian barat. Setelah operasi berlangsung, kekacauan langsung meletus di sejumlah wilayah.
Bahkan diberitakan kelompok yang diduga terkait kejahatan terorganisir membakar bus dan berbagai bisnis, serta memblokir jalan dengan kendaraan yang dibakar.
Ironisnya, bentrokan bersenjata terjadi antara anggota kartel dan pasukan keamanan federal.
Di Zapopan, polisi terlihat mengamankan lokasi kendaraan yang dibakar untuk menutup akses jalan, menyusul operasi yang menewaskan Oseguera.
Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko menyatakan bahwa pihak terkait di Amerika Serikat memberikan "informasi pelengkap" untuk mendukung operasi tersebut.
Seorang pejabat pertahanan AS juga mengonfirmasi bahwa gugus tugas antarlembaga AS memainkan peran dalam operasi itu.
Sejak dibentuk pada Januari, satuan tugas gabungan antarlembaga pemerintah AS diketahui rutin bekerja sama dengan militer Meksiko melalui Komando Utara AS dalam memerangi operasi kartel di sepanjang perbatasan kedua negara.