- X @DailyIranNews
Kantor Khamenei Digempur, Teheran Bergejolak: Pemimpin Tertinggi Iran Dikabarkan Sudah Diamankan
Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik kritis. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran yang berada di pusat kota Teheran dilaporkan menjadi sasaran serangan pada Sabtu. Kompleks yang dikenal sebagai pusat kendali kekuasaan tertinggi Republik Islam Iran itu disebut menjadi target dalam rangkaian operasi militer yang dikoordinasikan Israel dan Amerika Serikat.
Hingga kini, dampak pasti dari serangan terhadap kantor Pemimpin Tertinggi Iran tersebut masih belum sepenuhnya terungkap. Namun, laporan awal menyebut situasi keamanan di ibu kota Iran berada dalam kondisi siaga tinggi, menyusul sejumlah ledakan yang juga terdengar di beberapa wilayah strategis lainnya.
Menurut laporan Reuters, Ali Khamenei dilaporkan tidak berada di Teheran saat serangan terjadi. Pemimpin tertinggi Iran tersebut disebut telah dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih aman, seiring meningkatnya eskalasi konflik dan potensi ancaman lanjutan terhadap simbol-simbol kekuasaan negara.
Langkah pengamanan terhadap Khamenei ini memperkuat indikasi bahwa serangan yang terjadi bukan sekadar operasi terbatas, melainkan bagian dari skenario militer yang telah dipersiapkan matang. Reuters mengutip seorang pejabat pertahanan Israel yang menyatakan bahwa operasi Israel di Iran dilakukan dengan koordinasi penuh bersama Amerika Serikat.
Pejabat tersebut mengungkapkan bahwa rencana operasi telah disusun selama berbulan-bulan. Bahkan, waktu peluncuran serangan disebut telah diputuskan beberapa minggu sebelum eksekusi dilakukan. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa serangan ke target strategis Iran, termasuk kantor Pemimpin Tertinggi, merupakan bagian dari desain operasi besar yang terukur.
Di sisi lain, dampak serangan juga dirasakan secara signifikan oleh kekuatan militer Iran. Kantor berita Iran ISNA melaporkan bahwa ribuan anggota Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC tewas atau mengalami luka-luka akibat serangan terhadap sejumlah pusat dan posisi militer di berbagai wilayah.
Serangan yang menargetkan instalasi militer tersebut disebut berlangsung hampir bersamaan dengan serangan ke pusat kekuasaan di Teheran. Hal ini memunculkan dugaan bahwa operasi tersebut dirancang untuk melumpuhkan rantai komando dan struktur pertahanan Iran secara simultan.
Selain Teheran, sejumlah kota lain juga dilaporkan mengalami ledakan besar. Media Iran menyebut dua ledakan dahsyat terjadi di Qom, kota suci yang menjadi pusat seminari Syiah terbesar di dunia. Ledakan di Qom menjadi perhatian khusus karena kota tersebut memiliki nilai simbolik dan ideologis yang sangat tinggi bagi Republik Islam Iran.
Tak hanya Qom, ledakan juga dilaporkan terjadi di Karaj dan Kermanshah. Kedua kota ini dikenal memiliki posisi strategis, baik dari sisi militer maupun geografis, sehingga menjadi target penting dalam operasi berskala besar.
Rangkaian serangan ini menandai salah satu momen paling sensitif dalam konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Sasaran yang mencakup kantor Pemimpin Tertinggi, pusat militer IRGC, hingga kota-kota penting menunjukkan bahwa eskalasi telah memasuki fase yang jauh lebih terbuka dan berisiko tinggi.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas tertinggi Iran terkait kondisi terkini kantor Khamenei maupun langkah balasan yang akan diambil. Pemerintah Iran juga belum merinci secara terbuka tingkat kerusakan maupun jumlah korban secara keseluruhan di Teheran dan kota-kota lain.
Situasi ini membuat perhatian dunia internasional tertuju pada Iran, terutama menyangkut keselamatan Pemimpin Tertinggi dan stabilitas internal negara tersebut. Pengamanan Khamenei ke lokasi aman dipandang sebagai langkah krusial untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan di tengah tekanan militer yang meningkat tajam.
Dengan kondisi yang masih sangat dinamis, perkembangan selanjutnya diperkirakan akan sangat menentukan arah konflik di kawasan. Serangan terhadap simbol kekuasaan tertinggi Iran ini berpotensi menjadi titik balik yang membawa konsekuensi besar, tidak hanya bagi Iran, tetapi juga bagi stabilitas Timur Tengah secara keseluruhan. (nsp)