- istimewa - antaranews
KBRI Teheran Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan Usai Serangan AS–Israel ke Iran
Presiden Trump menyatakan bahwa operasi militer tersebut dijalankan untuk melindungi kepentingan dan keamanan Amerika Serikat, dengan meniadakan ancaman yang diklaim berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Iran. Pernyataan tersebut kembali memanaskan hubungan Washington–Teheran yang dalam beberapa bulan terakhir berada dalam kondisi tegang.
Perundingan Nuklir Gagal Redam Konflik
Sebelum serangan terbaru terjadi, Amerika Serikat dan Iran sejatinya tengah terlibat dalam rangkaian perundingan tidak langsung terkait program nuklir Teheran. Perundingan tersebut dimediasi oleh Oman, di tengah upaya internasional meredam konflik yang berpotensi meluas.
Putaran pertama dan kedua perundingan digelar di Muscat dan Jenewa pada awal Februari 2026. Fokus pembahasan mencakup pembatasan tingkat pengayaan uranium serta pengurangan stok uranium Iran, dengan imbalan pencabutan sebagian sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan terhadap Teheran.
Putaran ketiga perundingan kembali digelar di Jenewa pada Kamis (26/2), hanya beberapa hari sebelum serangan militer AS–Israel dilancarkan. Namun, belum sempat tercapai kesepakatan konkret, situasi keamanan kawasan justru memburuk dengan terjadinya aksi militer terbuka.
Perlindungan WNI Jadi Prioritas
Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, perlindungan terhadap WNI di luar negeri kembali menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia. KBRI Teheran menegaskan akan terus memantau situasi secara ketat dan menyiapkan langkah-langkah kontinjensi apabila kondisi keamanan di Iran memburuk.
Imbauan kewaspadaan ini diharapkan dapat menjadi pegangan bagi WNI agar tetap aman dan tidak panik, sembari terus mengikuti arahan resmi dari perwakilan RI dan otoritas setempat. KBRI juga mengingatkan WNI untuk membatasi mobilitas yang tidak mendesak serta menghindari lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sasaran konflik.
Dengan situasi Timur Tengah yang masih dinamis dan penuh ketidakpastian, KBRI Teheran menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI di Iran. (nsp)