news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu/PY.

Iran Tanpa Ali Khamenei: Tiga Figur Ambil Alih Komando, Teheran Masuk Babak Kepemimpinan Darurat

Iran tetapkan kepemimpinan sementara usai Ali Khamenei gugur. Presiden, ketua pengadilan, dan Dewan Wali jalankan tugas pemimpin tertinggi.
Minggu, 1 Maret 2026 - 11:41 WIB
Reporter:
Editor :

IRGC dan Militer Bersumpah Membalas

Kematian Khamenei segera memicu reaksi keras dari unsur militer Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Iran secara terbuka bersumpah akan membalas serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi tersebut.

Dalam pernyataan tertulis terpisah, kedua institusi menegaskan bahwa gugurnya Khamenei tidak akan melemahkan Republik Islam Iran. Sebaliknya, peristiwa itu disebut akan memperkuat tekad Iran untuk melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

IRGC menegaskan seluruh kemampuan militer Iran berada dalam status siaga penuh. Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi eskalasi lanjutan di Timur Tengah.

Kepemimpinan Sementara, Bukan Kekosongan

Penunjukan otoritas kolektif menunjukkan bahwa sistem Republik Islam Iran telah menyiapkan mekanisme konstitusional untuk menghadapi kekosongan pemimpin tertinggi. Dalam struktur negara Iran, Dewan Wali dan Majelis Pakar memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan kekuasaan dan menentukan pemimpin tertinggi berikutnya.

Namun, kepemimpinan sementara ini dinilai hanya sebagai solusi jangka pendek. Tantangan utama bagi Teheran adalah menjaga stabilitas internal di tengah tekanan eksternal yang meningkat, serta memastikan rantai komando politik dan militer tetap solid.

Pengamat menilai, periode transisi ini akan menjadi ujian berat bagi ketahanan institusi Iran. Selain ancaman militer, pemerintah juga menghadapi risiko gejolak ekonomi, tekanan sanksi, serta potensi ketidakpuasan publik di tengah situasi krisis.

Iran Masuk Fase Penentuan

Gugurnya Ali Khamenei tidak hanya mengakhiri satu era, tetapi juga membuka babak baru yang penuh ketidakpastian bagi Iran. Untuk pertama kalinya sejak 1989, Republik Islam harus berjalan tanpa figur pemimpin tertinggi yang selama ini menjadi poros ideologi, politik, dan militer negara.

Dengan ditetapkannya otoritas kepemimpinan sementara, Teheran berupaya menunjukkan bahwa negara tetap berjalan dan tidak lumpuh. Namun, dunia kini menanti langkah berikutnya: siapa yang akan muncul sebagai pemimpin tertinggi baru, dan bagaimana arah Iran pasca-Khamenei di tengah konflik terbuka dengan Amerika Serikat dan Israel. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral