news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Harga Minyak Dunia Naik Jika Perang Iran-Israel Berlarut-larut.
Sumber :
  • Antara

Perang Iran vs AS dan Israel Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar per Barel, Pasar Energi Global Guncang

Harga minyak dunia terbaru melonjak hingga tembus 100 dolar per barel akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel serta penutupan Selat Hormuz.
Jumat, 13 Maret 2026 - 07:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakara, tvOnenews.com - Harga minyak dunia terbaru kembali menjadi sorotan setelah konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel semakin memanas. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat pasar energi global terguncang dan memicu lonjakan harga minyak dunia.

Pada perdagangan Kamis (12/3/2026), harga minyak mentah jenis Brent sempat menembus 101,59 dolar AS per barel, sebelum akhirnya turun kembali ke kisaran 99,35 dolar AS per barel. Meski sedikit terkoreksi, harga minyak dunia terbaru tetap berada di level tinggi dan memicu kekhawatiran pasar global.

Lonjakan harga minyak dunia terbaru ini dipicu eskalasi konflik militer yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Situasi menjadi semakin genting setelah Iran mengeluarkan perintah penting terkait jalur distribusi energi dunia.

Iran Perintahkan Penutupan Selat Hormuz

Ketegangan meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, memerintahkan agar Selat Hormuz tetap ditutup sebagai bagian dari strategi menghadapi Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi nasional Iran, Khamenei menegaskan bahwa blokade Selat Hormuz harus dimanfaatkan sebagai tekanan strategis terhadap Barat.

Ia menyatakan bahwa pengaruh dari pemblokiran jalur vital tersebut harus benar-benar digunakan untuk menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Selain itu, Khamenei juga menyerukan negara-negara Teluk untuk segera menutup pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka. Menurutnya, jaminan perlindungan dari Washington tidak lebih dari sekadar janji kosong.

Situasi tersebut memperbesar ketidakpastian pasar energi, sehingga harga minyak dunia terbaru terus berfluktuasi tajam.

Selat Hormuz Jadi Jalur Vital Energi Dunia

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pengiriman minyak paling penting di dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global.

Setiap hari, jutaan barel minyak mentah melewati kawasan tersebut untuk didistribusikan ke berbagai negara.

Karena itu, ketika Iran mengancam menutup Selat Hormuz, pasar energi langsung bereaksi keras. Gangguan di jalur ini dapat berdampak besar terhadap pasokan minyak dunia.

Ketegangan juga meningkat setelah sebuah kapal kargo berbendera Thailand dilaporkan diserang di dekat Selat Hormuz. Serangan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa konflik di kawasan itu dapat meluas.

Akibatnya, banyak kapal tanker minyak memilih menunda perjalanan, sementara perusahaan energi mulai mengantisipasi potensi gangguan distribusi.

Produksi Minyak Global Turun Jutaan Barel

Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel juga berdampak langsung terhadap produksi minyak dunia. Serangan balasan yang terjadi di sejumlah negara Teluk membuat beberapa fasilitas energi terpaksa menghentikan operasinya.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa produksi minyak mentah global turun hingga 8 juta barel per hari akibat ketegangan tersebut.

Penurunan pasokan ini membuat harga minyak dunia terbaru semakin sulit dikendalikan.

Sejumlah negara produsen minyak bahkan mulai mengambil langkah darurat untuk menjaga stabilitas pasar energi.

Cadangan Minyak Dunia Mulai Dibuka

Untuk menekan lonjakan harga minyak dunia terbaru, sejumlah negara mencoba mengimbangi pasokan dengan membuka cadangan minyak strategis.

Badan energi internasional dilaporkan telah melepas lebih dari 400 juta barel minyak dari cadangan darurat.

Langkah ini bertujuan meredam kepanikan pasar energi global yang dipicu perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Namun, para analis menilai kebijakan tersebut hanya menjadi solusi jangka pendek. Jika konflik terus berlanjut, pasokan energi dunia tetap berisiko terganggu.

Harga Minyak Bisa Tembus 150 Dolar per Barel

Para analis energi memperingatkan bahwa harga minyak dunia terbaru berpotensi melonjak lebih tinggi apabila Selat Hormuz tetap ditutup dalam waktu lama.

Jika jalur distribusi tersebut benar-benar terganggu, harga minyak bisa menembus 150 dolar AS per barel.

Ketegangan meningkat karena Iran juga disebut melakukan serangan terhadap sejumlah kapal di Teluk Persia serta meluncurkan rudal ke beberapa negara di kawasan.

Situasi ini membuat pasar energi global semakin tidak stabil.

Dampak ke Ekonomi Dunia Mulai Terasa

Lonjakan harga minyak dunia terbaru tidak hanya mempengaruhi pasar energi, tetapi juga mulai berdampak pada sektor lain.

Industri penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak karena meningkatnya harga bahan bakar jet.

Beberapa maskapai penerbangan internasional bahkan mulai mengambil langkah penyesuaian biaya, seperti:

  • Penambahan biaya bahan bakar (fuel surcharge) pada tiket penerbangan

  • Penyesuaian harga tiket rute internasional

  • Pengurangan jadwal penerbangan tertentu

Lonjakan harga minyak juga memicu tekanan inflasi global yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Pasar Keuangan Dunia Ikut Bergejolak

Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel juga memicu gejolak di pasar keuangan global.

Indeks saham utama dunia dilaporkan mengalami penurunan setelah harga minyak melonjak tajam.

Beberapa indeks utama tercatat mengalami pelemahan:

  • S&P 500 turun 1,4 persen

  • Dow Jones turun sekitar 674 poin

  • Nasdaq turun 1,6 persen

Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik geopolitik dapat memberikan dampak luas terhadap stabilitas ekonomi global.

Selama perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel belum mereda, harga minyak dunia terbaru diperkirakan akan terus bergerak fluktuatif dan berpotensi kembali melonjak. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:25
01:45
02:17
04:37
04:43
04:35

Viral