- KCNA-Xinhua
Kim Jong Un Terpilih Lagi dengan 99,93% Suara, Tegaskan Korea Utara Tak Akan Lepas Senjata Nuklir
Menurutnya, penguatan nuklir diperlukan untuk menghadapi apa yang disebut sebagai ancaman strategis terhadap kedaulatan Korea Utara.
Pernyataan ini kembali memperlihatkan bahwa isu denuklirisasi masih jauh dari kata terealisasi.
Ketegangan dengan Korea Selatan
Dalam kesempatan yang sama, Kim juga menyinggung hubungan dengan Korea Selatan yang kembali memanas.
Ia menyebut Seoul sebagai pihak yang paling bermusuhan terhadap Pyongyang. Bahkan, Kim memperingatkan bahwa Korea Utara siap merespons tanpa kompromi jika ada tindakan yang dianggap merugikan negaranya.
Pernyataan keras ini muncul meskipun pemerintah Korea Selatan di bawah Presiden Lee Jae Myung beberapa kali menawarkan dialog tanpa syarat.
Namun, hingga saat ini, upaya tersebut belum mendapat respons positif dari Korea Utara.
Target Ekonomi: Naik 1,5 Kali Lipat
Selain isu pertahanan, Kim Jong Un juga memaparkan target ambisius di sektor ekonomi.
Dalam rencana lima tahun ke depan, Korea Utara menargetkan peningkatan produksi industri hingga 1,5 kali lipat.
Fokus Penguatan Industri
Kim menyatakan bahwa negaranya akan memperkuat fondasi pengembangan di seluruh sektor industri. Hal ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan.
Ia juga mengklaim bahwa dalam lima tahun terakhir telah terjadi kemajuan yang cukup jelas, termasuk perbaikan mesin-mesin pabrik utama.
Meski menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan, pemerintah Korea Utara menilai capaian tersebut sebagai bukti ketahanan ekonomi nasional.
Klaim Bantah Tekanan Internasional
Dalam pidatonya, Kim juga menyinggung kritik dari negara-negara lain terkait program nuklirnya.
Ia menegaskan bahwa Korea Utara mampu berkembang tanpa harus meninggalkan senjata nuklir, sekaligus membantah anggapan bahwa kemakmuran hanya bisa dicapai melalui denuklirisasi.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pyongyang tidak akan mengubah arah kebijakan strategisnya dalam waktu dekat.
Konsolidasi Kekuasaan dan Arah Masa Depan
Terpilihnya kembali Kim Jong Un dengan dukungan hampir mutlak memperlihatkan konsolidasi kekuasaan yang semakin kuat di Korea Utara.
Di sisi lain, pernyataannya terkait nuklir, hubungan luar negeri, dan ekonomi menunjukkan bahwa negara tersebut akan tetap berada pada jalur kebijakan yang sama.