news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Sumber :
  • ANTARA

China Beri Bantuan ke Iran, Abbas Araghchi Beri Pernyataan Tak Terduga soal Penghentian Perang

Penghentian perang secara menyeluruh.mulai diupayakan, Menteri Luar Negeri China Wang Yi bicara dengan Menlu Iran Abbas Araghchi bicara di telepon pada Selasa (24/3) untuk penghentian perang, bukan hanya gencatan senjata. 
Rabu, 25 Maret 2026 - 04:53 WIB
Reporter:
Editor :

Hal itu dilakukan oleh Trump dengan alasan bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan yang “sangat baik dan produktif” dengan Teheran selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah, yang disampaikan Trump di platform media sosialnya, Truth Social.

Dia menambahkan bahwa berdasarkan "nada dan isi percakapan yang mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu," dia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Penundaan itu bergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung, tambahnya.

Teheran secara tegas menolak klaim Trump tentang pembicaraan tersebut. Juru Bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baghaei menyebut bahwa sejumlah negara bersahabat baru-baru ini mengirimkan pesan kepada Iran yang menunjukkan keinginan AS untuk memulai pembicaraan guna mengakhiri perang. Akan tetapi, Iran masih belum memberikan tanggapan.

Baghaei menegaskan bahwa posisi Teheran terkait Selat Hormuz, serta syarat-syarat mereka untuk mengakhiri perang, tetap tidak berubah.

Dewan Pertahanan Nasional Iran juga mengatakan bahwa setiap upaya oleh "musuh" untuk menargetkan pantai atau pulau-pulau Iran akan menyebabkan pemasangan ranjau di jalur akses dan jalur komunikasi di seluruh Teluk Persia.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, dengan korban jiwa yang dilaporkan melebihi 1.300 orang.

Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Aksi balasan Iran itu berdampak terhadap pasar global dan penerbangan. Selat Hormuz pun telah terganggu secara efektif sejak awal Maret.

Sekitar 20 juta barel minyak biasanya melewati jalur tersebut setiap hari, dan gangguan yang ditimbulkannya telah meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.

Iran pun telah mengambil langkah untuk memastikan kapal transit yang tidak berafiliasi dengan AS atau Israel dapat melintasi selat tersebut. Semua kapal, kecuali kapal "musuh", bisa melintasi Selat Hormuz asalkan berkoordinasi dengan Iran.(ant)

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral