- ANTARA
Sikap Tegas China soal Akar Konflik di Asia Barat Terkuak, Sebut Penyebab Perang adalah Agresi Amerika ke Iran
Trump dalam "Trump Social" mengatakan "Namun, sekarang kita memiliki perubahan rezim yang lengkap dan total, di mana pikiran yang berbeda, lebih cerdas, dan kurang radikal berkuasa, mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi, SIAPA TAHU? Kita akan mengetahuinya malam ini, salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks," tulisnya.
Ancaman itu muncul setelah pasukan AS semalam menyerang target militer di Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran.
Iran telah memblokir sebagian besar transit minyak melalui Selat Hormuz sejak AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari 2026. Penutupan tersebut telah menyebabkan guncangan pasokan minyak yang bersejarah, yang dengan cepat membuat harga energi global melonjak.
Teheran pun telah melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di seantero Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Trump telah membual bahwa militer Iran telah "dihancurkan" tetapi mengakui bahwa Iran masih mengendalikan arus lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, rute kunci untuk suplai minyak dan LPG dari kawasan Teluk ke pasar global, yang berhenti total.
Pada konferensi pers Gedung Putih pada Senin (6/4), Trump mengatakan bahwa agar Iran dapat menghindari tenggat waktu tersebut, Iran harus menyetujui "kesepakatan yang dapat diterima oleh saya, dan bagian dari kesepakatan itu adalah, kami menginginkan lalu lintas minyak dan semua hal lainnya yang bebas."
Harga minyak dunia meningkat menjelang tenggat yang ditetapkan AS. Pada Selasa (7/4) pukul 06.30 GMT , harga minyak Brent naik 1,5 persen menjadi sekitar 111,4 dolar AS (sekitar Rp1,95 juta) per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) meningkat 2,7 persen menjadi 115,3 dolar AS per barel.
Parlemen Iran diketahui telah menyetujui rancangan undang-undang yang akan mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan menggunakan mata uang nasional Iran, rial, larangan transit bagi AS dan Israel, serta pembatasan terhadap negara-negara yang terlibat dalam sanksi sepihak terhadap Iran.