news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Selat Hormuz.
Sumber :
  • Anadolu

Iran Buka Selat Hormuz untuk Kapal Komersial selama Gencatan Senjata, AS Beri Respons Begini

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz sebagai jalur strategis bagi distribusi minyak dan gas dunia telah dibuka untuk komersial selama gencatan senjata.
Sabtu, 18 April 2026 - 15:56 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Iran akhirnya menyatakan Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran komersial selama sisa periode gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang menghentikan konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Teheran, Jumat (17/4/2026).

Keputusan ini muncul di tengah upaya meredakan ketegangan di kawasan, meski situasi geopolitik masih dinamis.

Lewat media sosialnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut langkah tersebut. Namun, Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap kapal yang keluar dan masuk pelabuhan Iran tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai dengan Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan melalui platform X bahwa Selat Hormuz, jalur strategis bagi distribusi minyak dan gas dunia, telah “dinyatakan sepenuhnya terbuka” melalui rute pelayaran yang telah dikoordinasikan sebelumnya oleh pemerintah Iran.

Di sisi lain, Trump mengklaim Iran telah berkomitmen untuk tidak lagi menutup jalur pelayaran tersebut.

“Selat itu tidak akan lagi digunakan sebagai senjata terhadap dunia,” tulisnya, seraya menambahkan bahwa Iran, dengan bantuan AS, tengah membersihkan ranjau laut di wilayah tersebut.

Meski demikian, detail teknis terkait pembukaan kembali selat itu belum sepenuhnya diungkap. Di sisi lain, pasar merespons cepat perkembangan ini, ditandai dengan penurunan lebih dari 10 persen harga kontrak berjangka minyak mentah AS hingga di bawah 90 dolar AS per barel (sekitar Rp154.241).

Penurunan ini terjadi sehari setelah gencatan senjata yang didukung AS antara Israel dan Lebanon mulai berlaku.

Sebelumnya, sebagian besar jalur di Selat Hormuz sempat ditutup oleh Iran sejak meningkatnya serangan dari AS dan Israel pada akhir Februari.

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga memimpin tim negosiasi negaranya, membantah pernyataan Presiden AS.

“Presiden AS membuat tujuh klaim dalam satu jam, yang semuanya tidak benar,” katanya dalam unggahan di X.

Ia menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz tidak akan berlanjut jika blokade angkatan laut AS masih diberlakukan.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa stabilitas jalur energi global masih sangat bergantung pada dinamika politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah, terutama selama masa gencatan senjata yang bersifat sementara. (ant/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
01:11
00:57
01:39
01:00
01:34

Viral