- ANTARA
Prabowo Temui Macron di Paris, Indonesia-Prancis Naik Kelas Jadi Mitra Strategis Komprehensif
Paris, tvOnenews.com – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis pada Rabu untuk bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, energi, investasi teknologi, hingga riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan Indonesia dan Prancis di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Selain itu, lawatan tersebut juga merupakan kunjungan balasan setelah Macron melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada tahun lalu.
Sejak Prabowo resmi menjabat sebagai Presiden Indonesia pada Oktober 2024, kedua pemimpin tercatat sudah tiga kali bertemu. Pertemuan terakhir berlangsung pada 14 April lalu.
Hubungan Indonesia-Prancis Akan Ditingkatkan
Kementerian Luar Negeri RI menyebut pertemuan antara kedua kepala negara akan menghasilkan pengumuman penting terkait peningkatan hubungan bilateral menjadi Comprehensive Strategic Partnership atau Kemitraan Strategis Komprehensif.
Menurut Kemlu, peningkatan status hubungan tersebut mencerminkan semakin pentingnya posisi Indonesia dan Prancis bagi satu sama lain, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi dunia saat ini.
“Peningkatan hubungan ini mencerminkan semakin pentingnya Indonesia dan Prancis satu sama lain di tengah ketidakpastian global,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis sendiri telah terjalin sejak 1950. Kemudian pada 2011, kedua negara resmi meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis.
Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama kedua negara berkembang pesat, khususnya di sektor pertahanan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan Indonesia.
Kerja Sama Pertahanan Jadi Sorotan
Kunjungan Prabowo ke Paris berlangsung setelah Indonesia merampungkan sejumlah kesepakatan pembelian alutsista dari Prancis. Indonesia diketahui membeli puluhan jet tempur Dassault Rafale serta dua pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas.
Sebagian pengiriman awal pesawat tempur Rafale bahkan telah mulai dilakukan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi kekuatan udara Indonesia.
Tak hanya pembelian pesawat tempur, Indonesia dan Prancis juga memperluas kerja sama pengembangan kapal selam dan penguatan sektor pertahanan lainnya.
Kerja sama di bidang pertahanan dinilai menjadi salah satu sektor “super strategis” yang menjadi fokus utama dalam pertemuan bilateral kedua negara.