news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

KBRI Tokyo, bekerja sama dengan MWCINU Hokkaido, PRIM) Hokkaido, Komunitas Ngaji Kuy, Sahabat Hokkaido Indonesia (SaHI) dan Pengajian Muslimah Sakura, telah menggelar Akad Nikah Bersama warga Indonesia..
Sumber :
  • KBRI Tokyo

KBRI Tokyo Gelar Akad Nikah Bersama Perdana di Sapporo

KBRI Tokyo, bekerja sama dengan MWCINU Hokkaido, PRIM) Hokkaido, Komunitas Ngaji Kuy, Sahabat Hokkaido Indonesia (SaHI) dan Pengajian Muslimah Sakura, telah menggelar Akad Nikah Bersama warga Indonesia.
Senin, 20 Juli 2026 - 14:14 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, bekerja sama dengan Majelis Wakil Cabangqq Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) Hokkaido, Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Hokkaido, Komunitas Ngaji Kuy, Sahabat Hokkaido Indonesia (SaHI) dan Pengajian Muslimah Sakura, telah menggelar Akad Nikah Bersama warga Indonesia di wilayah Sapporo, Hokkaido, pada Minggu 19 Juli 2026 di Masjid Sapporo, Hokkaido. Kegiatan Akad Nikah Bersama inimerupakan yang pertama kali dilakukan secara di Jepang. Kegiatan diikuti oleh 8 pasang mempelai dan dihadiri oleh masyarakat Indonesia dari berbagai tempat di Hokkaido. Dari 8 pasangan tersebut, 2 pasang mempelai adalah pernikahan antar WNI, selebihnya adalah pernikahan campur WNI dengan warga Jepang.

Prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat ini dihadiri Koordinator Fungsi (Korfung) Protokol Konsuler KBRI Tokyo Dara Yusilawati dan Wakil Konsul Kehormatan Sapporo Takizawa. Turut hadir pula Wakil Rois Suriah PCINU Jepang K.H. Ahmad Musyaffa' Asady; dan, Ketua Tanfidziah MWCINU Hokkaido Akhmad Jarot Mahardika. 

Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir dalam pesannya kepada para peserta menggarisbawahi bahwa keluarga adalah salah satu kunci utama kebahagiaan hidup. Ia berharap para pengantin yang melangsungkan pernikahannya agar membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah.

“Kita tahu bahwa keluarga sangat sentral dalam kehidupan kita; kunci bagi kebahagiaan kita. Untuk itu, saya titip pesan untuk seluruh mempelai, bentuklah keluarga yang sakinah, mawaddah dan membawa rahmat,  keberkahan dan kebahagiaan buat semua. Pastikan untuk terus menjaga keharmonisan rumah tangga, memberikan perhatian dan kasih sayang melimpah nantinya bagi anak dengan menjadi teladan sebagai orang tua” pesan Dubes Kartini yang disampaikan Korfung Protokol Konsuler KBRI Tokyo Dara Yusilawati.

Program Akad Nikah Bersama ini merupakan program jemput bola dari KBRI Tokyo untuk membantu para WNI kita yang ingin melangsungkan pernikahan di Jepang. Program ini diluncurkan agar WNI yang berada jauh dari Tokyo tidak perlu datang ke Tokyo atau pulang ke Indonesia untuk melangsungkan pernikahan. Program ini diharapkan dapat membantu WNI dari sisi waktu dan biaya. 

Berbeda dengan di Indonesia yang memiliki KUA/Dukcapil di setiap kecamatan,  pernikahan WNI di Jepang harus dilaporkan ke perwakilan RI. Untuk WNI muslim, agar mendapatkan buku nikah dan tercatat secara resmi di SIMKAH, calon mempelai harus melangsungkan akad nikah yang diselenggarakan oleh KBRI Tokyo/KJRI Osaka. Ke depan, program Akad Nikah Bersama ini akan dilakukan di kota-kota lain di Jepang sebagai komitmen peningkatan pelayanan yang optimal bagi WNI di Jepang. 

“Selamat berbahagia untuk teman-teman yang menikah. Semoga Tuhan YME menyertai perjalanan rumah tangga dengan penuh keberkahan,” pesan tambahan dari Dubes Kartini kepada para mempelai. 

“Saya juga uvapkan terima kasih kepada MWCINU Hokkaido, Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Hokkaido, Komunitas Ngaji Kuy, Sahabat Hokkaido Indonesia (SaHI) dan Pengajian Muslimah Sakura,   yang telah banyak membantu terlaksananya kegiatan ini” tambahnya.

Sementara itu dalam Khutbah Nikah yang disampaikan oleh K.H. Ahmad Musyaffa' Asady menitikberatkan keagungan sebuah akad nikah yang dilandasi dengan niat melaksanakan syariah Islam.

“Akad Nikah atau perjanjian pernikahan merupakan sesuatu yang agung. Untuk menjaga keagungan perjanjian tersebut, maka pernikahan harus dilandasi dengan niat yang benar, yaitu niat beribadah melaksanakan syariat. Karena memang Rasulullah SAW menegaskan, bahwa pernikahan merupakan salah satu sunnah Beliau. Bahkan dalam satu riwayat disebutkan, pernikahan sebagai upaya untuk menyempurnakan agama. Selanjutnya pernikahan ini harus diwarnai dengan nilai ketakwaan dalam menjalani ajaran agama,” tutur Ahmad Musyaffa' Asady. 

Sebelum acara Akad Nikah Bersama, telah diselenggarakan juga pertemuan dengan masyarakat Hokkaido di Sapporo untuk berdiskusi mengenai berbagai hal terkait WNI yang bekerja dan tinggal di Jepang. Dalam kesempatan ini, Dara menyampaikan pentingnya terus saling jaga antar WNI dan tidak membiarkan jika ada WNI yang mengalami masalah dan tekanan di tempat kerja.

Sebagai catatan, per Desember 2025 tercatat sebanyak 12,841 WNI yang berada di Hokkaido, sedangkan pada tahun 2024, tercatat 8711 orang WNI berada di Hokkaido. Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan sebanyak hampir 4000 orang. Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah di tahun 2026 ini.

Pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya hubungan antar masyarakat serta meningkatnya minat terhadap peluang pendidikan, pekerjaan, dan pariwisata di wilayah Hokkaido. Mayoritas WNI adalah peserta pemagangan (TITP) dan Special Skilled Worker (SSW) di sektor pertanian, peternakan, konstruksi, perawat, dan care giver. Sebagian WNI di wilayah Hokkaido juga merupakan pelajar di berbagai perguruan tinggi salah satunya Hokkaido University.(chm)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:28
02:23
01:37
04:43
04:30
05:26

Viral