- Antara
Kelelahan akibat Misi Iran Berujung Bentrokan, 7 Prajurit AS Dilaporkan Tewas
Tekanan Mental Awak Kapal Jadi Sorotan
Kasus serupa juga disebut dialami prajurit lain yang mengalami depresi ketika bertugas di dek penerbangan USS Abraham Lincoln.
"Dia bilang dia belum pernah merasakan adrenalin seperti itu sebelumnya dan sangat bersyukur bisa menghentikan teman itu tepat waktu," kata Maria Rodriguez.
Pernyataan tersebut merujuk pada tindakan suaminya yang menggagalkan aksi bunuh diri seorang rekannya di kapal.
Kondisi medis dan psikologis para personel bahkan dinilai telah mencapai titik kritis oleh tim medis internal kapal.
"Dokter atau terapis kapal mengatakan mereka harus segera berlabuh atau orang-orang akan mulai kehilangan akal sehat," ucap Bonnie York, ibu seorang prajurit yang bertugas di kapal tersebut.
York juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengerahan militer AS dalam konflik di Timur Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut telah membuat keselamatan prajurit ikut dipertaruhkan.
"Saya sangat berharap bahwa perang ini sepadan. Karena saya merasa sebaliknya ... kita berkorban untuk sesuatu yang pada dasarnya tidak ingin kita ikuti," kata Bonnie York.
Kekhawatiran serupa disampaikan keluarga personel lainnya. Mereka menilai lingkungan kapal perang yang padat, ditambah beban kerja panjang tanpa istirahat yang memadai, dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
"Ini sudah menjadi tempat paling berbahaya di dunia, dan sekarang Anda harus bekerja keras, hari demi hari, tanpa istirahat. Ini adalah lingkungan rawan kecelakaan," kata Brett Snow, veteran Angkatan Laut AS.
Angkatan Laut AS Bantah Persediaan Tidak Memadai
Di tengah berbagai keluhan tersebut, pihak komando militer AS mengakui tingginya beban kerja yang harus dijalani para prajurit. Namun, mereka membantah sejumlah keluhan mengenai kelayakan fisik dan ketersediaan kebutuhan di atas USS Abraham Lincoln.
Komandan Joseph Hontz, juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut AS, mengatakan kapal tersebut masih memiliki persediaan yang cukup untuk mendukung operasi.
"Mereka kadang-kadang kekurangan persediaan tertentu untuk jangka waktu singkat, tetapi Abraham Lincoln dan semua kapal di medan operasi saat ini memiliki persediaan makanan dan perlengkapan yang cukup untuk mendukung operasi," kata Hontz.