news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Iran Klaim Drone Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Serangan Juga Sasar Pangkalan Militer AS di Kuwait.
Sumber :
  • Istimewa

Bukan Cuma Lelah, Tentara AS di USS Abraham Lincoln Disebut Stres hingga Picu Baku Hantam

Tujuh tentara AS dilaporkan tewas baku hantam di USS Abraham Lincoln. Awak kapal disebut tak hanya lelah, tetapi juga mengalami stres.
Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:22 WIB
Reporter:
Editor :

Iran, tvOnenews.com - Sebanyak tujuh tentara Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dalam insiden baku hantam di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Perkelahian tersebut disebut terjadi di tengah tekanan berat yang dialami para awak setelah menjalani penugasan panjang di kapal.

Kondisi para tentara tidak hanya disebut mengalami kelelahan fisik. Tekanan kerja dan minimnya waktu istirahat juga diduga membuat sebagian awak mengalami stres selama berada di USS Abraham Lincoln.

Kapal induk tersebut tercatat telah menjalani penugasan selama 263 hari. Durasi tugas yang panjang tanpa waktu istirahat memadai disebut menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi psikologis para awak.

Tentara AS Jalani Penugasan Panjang

Keluarga awak USS Abraham Lincoln mengungkapkan kondisi kerja yang dihadapi para tentara selama berada di kapal. Sebagian awak disebut harus menjalani shift kerja panjang dan hanya memiliki sedikit waktu untuk beristirahat.

Dikutip dari MS Snow, para kru kapal induk USS Abraham Lincoln hanya memiliki dua hari libur sejak meninggalkan pelabuhan asalnya di San Diego pada November.

Minimnya waktu libur tersebut terjadi ketika para awak harus menjalankan tugas dalam jangka waktu yang panjang. Kondisi itu kemudian disebut meningkatkan tekanan yang dirasakan para tentara selama berada di kapal.

Beban kerja yang berat dan kesempatan beristirahat yang terbatas membuat kondisi stres menjadi perhatian. Tekanan tersebut semakin berat karena para awak harus menjalankan aktivitas di lingkungan kapal yang padat dan memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi.

Kondisi Kapal Ikut Jadi Sorotan

Selain persoalan jam kerja dan waktu istirahat, kondisi lingkungan di dalam USS Abraham Lincoln juga menjadi keluhan keluarga para awak.

Kapal induk yang menjadi tempat tinggal sekaligus lokasi kerja ribuan personel tersebut disebut memiliki kondisi yang padat dan bising. Para awak juga harus beraktivitas dalam lingkungan yang dinilai memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi.

Masalah fasilitas dan kebutuhan sehari-hari turut dikeluhkan keluarga. Beberapa fasilitas dasar di kapal disebut tidak selalu berada dalam kondisi yang memadai.

Keluarga awak antara lain mengeluhkan kamar mandi yang berjamur, keterbatasan makanan, hingga antrean panjang di toko kapal. Sejumlah kebutuhan dasar seperti pasta gigi, sabun, dan deodoran juga disebut sering tidak tersedia.

Kondisi tersebut dinilai semakin menambah tekanan yang dirasakan para awak selama menjalani penugasan panjang.

Pada April, keluarga para awak bahkan membagikan foto yang memperlihatkan porsi makanan di kapal. Mereka menilai jumlah makanan yang diberikan sangat sedikit dan tidak layak.

Komando Angkatan Laut Bantah Sejumlah Keluhan

Berbagai laporan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln tersebut mendapat bantahan dari pejabat militer AS.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryl Caudle membantah laporan mengenai kondisi yang dikeluhkan keluarga awak, sebagaimana disebut dalam MS Snow.

Sementara itu, Komandan Joseph Hontz selaku juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut AS mengakui bahwa kapal tersebut terkadang mengalami masalah air.

Namun, menurut Hontz, persoalan tersebut dapat segera diatasi sehingga tidak berlangsung dalam waktu lama.

Stres Awak di Tengah Penugasan Panjang

Persoalan stres yang dialami awak USS Abraham Lincoln menjadi sorotan karena muncul bersamaan dengan penugasan kapal yang berlangsung selama ratusan hari.

Kondisi kerja berat, minimnya hari libur, lingkungan kapal yang padat dan bising, serta berbagai persoalan fasilitas dan kebutuhan sehari-hari disebut dapat meningkatkan tekanan yang dirasakan para tentara.

Dalam kondisi tersebut, stres menjadi persoalan yang tidak dapat dipisahkan dari kelelahan fisik. Para awak harus terus menjalankan tugas meski waktu istirahat dan kesempatan meninggalkan kapal sangat terbatas.

Insiden baku hantam yang dilaporkan menewaskan tujuh tentara AS pun terjadi di tengah kondisi tersebut. Tekanan selama menjalani penugasan panjang di USS Abraham Lincoln menjadi salah satu faktor yang disorot dalam melihat kondisi para awak kapal.

Meski demikian, laporan mengenai penyebab pasti insiden baku hantam dan kaitannya dengan kondisi stres para awak masih menjadi perhatian. Pihak militer AS juga telah membantah sejumlah laporan terkait kondisi fasilitas dan kebutuhan di kapal.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
10:25
04:20
02:32
05:01
25:05

Viral