news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Biksu Thailand.
Sumber :
  • Antara

Sosok Biksu Senior Thailand yang Ditangkap atas Penggelapan Dana Miliaran hingga Skandal Seksual, Siapa?

Biksu senior di Thailand, Phara Wachirayan Wi menjabat kepala biara Watt Phutthaisawan, kuil sejarah kuno ditangkap akibat penggelapan dana dan skandal seksual.
Sabtu, 12 September 2026 - 08:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang biksu senior di Thailand mendadak bikin heboh di linimasa hingga pengguna media sosial. Ia viral setelah kepolisian Thailand mengumumkan penangkapannya.

Biksu senior yang juga mantan kepala biara terkemuka di Thailand tersebut terseret skandal yang mengguncang publik Thailand dan media sosial. Kasus tersebut membuat mantan pemimpin sebuah kuil bersejarah di negara mayoritas penganut Buddha itu menjadi tersangka.

Penangkapan biksu senior tersebut tak lepas dari kasus dugaan penggelapan dana sebesar US$ 2,8 juta (setara Rp49,2 miliar). Hal itu bertujuan untuk biara yang dipimpinnya.

Pihak kepolisian Thailand menangkap biksu senior tersebut bersama seorang wanita. Sosoknya diduga sebagai kaki tangan sekaligus orang yang menjadi pasanga seksual dengannya.

Kehebohan ini membuat publik penasaran sosok biksu senior yang ditangkap kepolisian Thailand. Berikut rangkuman tvOnenews.com yang dilansir dari berbagai sumber pada Sabtu, 12 September 2026.

Siapa Biksu Senior Thailand Ditangkap atas Penggelapan Dana & Skandal Seksual?

Viral, Biksu Senior Thailand Ditangkap, Dana Kuil Rp49 Miliar Diduga Diselewengkan hingga Terseret Skandal Seksual
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram

Sosok biksu senior yang terseret kasus tersebut yakni Phra Wachirayan Wi yang bernama asli Ati Choti Dhammavaro (Atichote Thammavaro). Ia merupakan biksu yang telah berusia 66 tahun dan biasa dikenal atau nama populernya yakni Luang Por Chot.

Phra Wachirayan Wi merupakan biksu senior yang sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala biara Watt Phutthaisawan, sebuah kuil yang tidak biasa di Thailand. Ia diangkat untuk mengemban jabatan tersebut pada tahun 2022.

Biara Watt phutthaisawan telah berdiri dari abad ke-14 (sekitar tahun 1353) oleh Raja Uthong (Ramathibodi I). Biara Buddha bersejarah ini berada di tepi selatan Sungai Chao Phraya, Ayutthaya, Thailand.

Biara ini merupakan kerajaan terkemuka. Bahkan banyak pengikut hingga dari para pejabat pemerintah, pelaku bisnis, dan personel kepolisian maupun militer juga menjadi bagian dari biara Buddha tersebut.

Masa jabatan Phara Wachirayan Wi sebagai kepala biara tersebut cukup terkenal. Ia mempunyai kemampuan membuat koin jimat Buddha (amulet) yang diincar banyak orang.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul bakan dilaporkan juga menjadi salah satu pihak mengoleksi dan menggunakan jimat buatan Phara Wachirayan Wi.

Salah satu buatannya yang terkenal adalah koin "Nuea Duang". Hal ini bertujuan untuk meningkatkan status sehingga banyak dicari oleh para umat.

Sayangnya jabatannya harus berakhir secara tragis. Phra Wachirayan Wi ditangkap atas skandal korupsi besar senilai 92 juta Baht atau sekitar Rp49 miliar hingga pelanggaran asusila.

Detik-detik Penangkapan Biksu Senior Thailand Phra Wachirayan Wi

Dilansir tvOnenews.com dari AFP dan Bangkok Post, Sabtu (12/9/2026), kepolisian Thailand menangkap Phra Wachirayan Wi pada Kamis, 10 September 2026.

Polisi menangkap biksu ternama tersebut didasari adanya surat perintah dari pengadilan. Penerbitan untuk meringkus biksu senior itu pada 8 September 2026 lalu.

Dari laporan kepolisian, awal mula proses penyelidikan kasus ini terjadi setelah mendapatkan laporan anonim pada pertengahan Juli lalu. Isinya mengenai dugaan pelanggaran hukum, penyalahgunaan kewenangan hingga dana kuil.

Penyidik menemukan temuan utama mengenai adanya dugaan dua aliran dana. Temuan tersebut mengenai sumbangan untuk renovasi kuil sekitar 89 juta baht dan pembayaran jimat Buddha maupun benda-benda sakral bernilai sekitar 2,8 juta baht.

Berdasarkan dari hasil penyidikan, kepala penyidik, Pattanasak Bupphasuwan mengatakan bahwa, total lebih dari 92 juta baht itu tidak tercatat masuk ke rekening resmi kuil.

"Tidak satu Baht pun," kata Pattanasak.

Ase-aset yang bernilai lebih besar disita kepolisian Thailand, di antaranya uang tunai, emas batangan, perhiasan hingga 28 sertifikat tanah. Jumlah keseluruhannya diperkirakan mencapai 215 juta baht.

Selain kasus dugaan penggelapan dana, video pihak kepolisian menangkap seorang wanita bernama Punyavee Rungrueang berusia 47 tahun juga beredar. Kata Letnan Jenderal Polisi Natthasak, ia ditangkap atas tuduhan membantu pejabat negara dalam kegiatan ilegal.

Wanita tersebut adalah seorang asisten yang dilaporkan membantu biksu tersebut. Tugasnya berperan sebagai pengelola uang hasil penggelapan.

Hal ini terungkap setelah polisi menemukan puluhan juta baht telah beredar melalui rekening banknya setiap tahun.

Ironisnya, rekaman CCTV dari tempat tinggal biksu tersebut juga beredar. Di dalamnya menunjukkan aktivitas hubungan intim dengan wanita itu di atas meja sehingga menuai perhatian keras dari berbagai media Thailand.

Para penyidik menduga kasus ini juga berkaitan dengan dua atau tiga pelaku lain. Pihak kepolisian Thailand memperkirakan setidaknya lebih dari satu wanita juga terlibat dalam kasus tersebut.

Seorang pengelola awam Wat Phutthaisawan yang diidentifikasi sebagai Chettha Ninsukhum juga dibawa ke CIB. Hal tersebut untuk kebutuhan polisi menginterogasi agar tabir kasus tersebut semakin terang benderang.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral