- Ist
Thailand Hidupkan Lagi Proyek Land Bridge Rp547 Triliun, Selat Malaka Dibidik Jadi Jalur Alternatif
Diklaim Bisa Jadi Jalur Terpendek Asia Timur-Eropa
Land Bridge dirancang untuk menghubungkan jalur perdagangan dari kawasan Asia Timur menuju kawasan Timur Tengah dan Eropa.
Rute tersebut ditujukan menjadi alternatif bagi pelayaran yang melewati Selat Malaka. Pemerintah Thailand melihat posisi geografis negara tersebut sebagai peluang untuk menyediakan jalur penghubung antara dua kawasan perairan strategis.
Jika proyek tersebut dapat direalisasikan, jalur darat antara Ranong dan Chumphon akan menjadi bagian penting dari konsep konektivitas tersebut.
Namun, besarnya nilai investasi membuat pembangunan Land Bridge menjadi proyek yang membutuhkan dukungan dan partisipasi investor. Pemerintah Thailand juga melihat proyek tersebut sebagai peluang ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi negara sekaligus membuka ruang investasi asing.
Proposal Pernah Terkendala Gejolak Politik
Rencana pembangunan Land Bridge sebenarnya bukan gagasan baru. Pemerintah Thailand sebelumnya telah menyusun undang-undang yang berkaitan dengan proyek tersebut.
Namun, proposal pembangunan Jembatan Darat itu kemudian mengalami hambatan di tengah gejolak politik Thailand. Selain persoalan politik, gagasan tersebut juga menghadapi penolakan dari sebagian warga.
Penolakan masyarakat menjadi salah satu tantangan dalam rencana pembangunan proyek dengan nilai investasi sekitar 1 triliun baht tersebut.
Kajian Lingkungan dan Kesehatan Belum Lengkap
Selain persoalan politik dan penolakan warga, proses persiapan proyek Land Bridge juga masih menghadapi persoalan terkait kajian dampak.
Sidang publik serta penilaian mengenai dampak lingkungan dan kesehatan disebut belum lengkap. Kondisi tersebut menjadi bagian dari proses yang masih perlu diselesaikan sebelum proyek dapat berjalan.
Artinya, meskipun pemerintah Thailand kembali menghidupkan pembahasan Land Bridge dan melihatnya sebagai peluang ekonomi, pembangunan proyek tersebut masih menghadapi sejumlah tahapan serta tantangan.
Selat Hormuz Masih Jadi Sorotan
Kondisi di Selat Hormuz menjadi salah satu faktor yang kembali membuat proyek Land Bridge mendapat perhatian.
Ketegangan di kawasan tersebut terjadi di tengah perang Amerika Serikat dan Iran. Dalam materi tersebut disebutkan, rute Selat Hormuz ditutup setelah serangan Amerika Serikat bersama sekutu dekatnya, Israel, terhadap Iran.