- Instagram/alafasy
Reaksi Syekh Mishary Alafasy soal Serangan di Riyadh Arab Saudi, Singgung Kesucian Tanah Suci
Sejumlah penumpang yang berada di lokasi turut menjadi korban.
Salah seorang saksi menggambarkan kerasnya ledakan yang dirasakan di bandara.
Suara tersebut begitu kuat hingga membuat bangunan terasa bergetar.
Bunyi sirene peringatan kemudian menambah kepanikan di antara orang-orang yang berada di lokasi.
Menurut laporan otoritas Saudi yang dikutip sejumlah media internasional, serangan pada Sabtu menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.
Jumlah korban meninggal kemudian bertambah menjadi 13 orang.
Para korban berasal dari beberapa negara, termasuk Arab Saudi, Bangladesh, Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Sebagian korban luka dilaporkan membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.
Serangan kembali terjadi pada Minggu (11/10/2026). Kali ini, sebuah proyektil dilaporkan menghantam Terminal 4 dan memicu kebakaran.
Otoritas juga menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mencegat rudal jelajah di sekitar bandara.
Insiden lanjutan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 11 lainnya terluka, berdasarkan laporan otoritas yang diberitakan media internasional.
Dengan demikian, jumlah korban dari rangkaian serangan tersebut perlu dibedakan berdasarkan waktu dan insiden masing-masing.
Dampak serangan tidak hanya dirasakan oleh para korban dan keluarga mereka.
Operasional Bandara Internasional King Khalid turut dihentikan untuk memungkinkan pemeriksaan keamanan dan penilaian kondisi fasilitas.
Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan, sementara penutupan bandara memicu kekhawatiran terhadap perjalanan internasional.
Situasi ini juga menjadi perhatian bagi calon jemaah umrah, termasuk dari Indonesia, yang berpotensi mengalami perubahan jadwal perjalanan.
Jemaah disarankan memantau informasi dari maskapai, biro perjalanan, dan otoritas resmi sebelum menuju bandara.
(gwn)