- Ilustrated by ChatGPT
Dua WN Bangladesh Dieksekusi Mati Arab Saudi Setelah Dituduh Berbuat Asusila di Masjid Mekkah
tvOnenews.com — Seorang pria dan wanita yang diketahui merupakan warga negara Bangladesh dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, dua sejoli ini melakukan tindakan tak senonoh di sebuah masjid di kota suci Mekkah beberapa waktu lalu.
Publik dibuat geger setelah beredarnya sejumlah cuplikan berita yang mengatakan jika otoritas Arab Saudi melakukan eksekusi mati terhadap dua WN Bangladesh.
Hal ini ternyata telah dikonfirmasi oleh media setempat yakni Gulf News melalui artikel yang dirilis pada Kamis (15/10/2026) silam,
Lewat laporannya, Gulf News yang mengutip dari Saudi Press Agency (SPA) mengidentifikasi jika kedua WN Bangladesh tersebut adalah Nazrul Islam Abdul Basir dan Siti Akhtar.
Kedua sejoli ini kabarnya ditangkap pihak keamanan setempat diduga karena melakukan tindakan asusila di dalam sebuah masjid di kota Mekkah, Arab Saudi.
Dua WN Bangladesh ini kemudian didakwa bersalah dan dirujuk ke pengadilan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan oleh otoritas setempat.
Sampai kemudian keluar putusan hukuman mati untuk pasangan ini dengan merujuk kepada ta'zir, sebuah sanksi diskresioner menurut hukum Islam.
Ta'zir adalah jenis hukuman yang penentuannya diserahkan kepada pertimbangan hakim untuk pelanggaran yang tidak memiliki sanksi spesifik sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan syariat tertentu.
Eksekusi telah dilakukan pada hari Rabu (14/10/2026) di wilayah Mekkah setelah putusan dikukuhkan oleh otoritas peradilan yang berwenang dan disetujui kerajaan untuk pekaksanaannya.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa pengadilan menjatuhkan hukuman tersebut karena keseriusan pelanggaran yang dilakukan dua WN Bangladesh ini.
- Ilustrated by ChatGPT
Selain itu, otoritas setempat juga menitikberatkan kepada pelanggaran terhadap kesucian masjid serta keadaan di mana perbuatan tersebut dilakukan.
Di sisi lain, mantan Duta Besar Bangladesh untuk Arab Saudi Golam Moshi dalam kutipannya dari Bangla Tribune meragukan klaim tersebut.
Ia menuturkan kalau otoritas terkait sama sekali tidak mengetahui peristiwa ini. Menurutnya, otoritas Arab Saudi biasanya memberi tahu perwakilan diplomatik Bangladesh jika ada perkara besar yang melibatkan warga negaranya.