news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un (tengah).
Sumber :
  • Reuters

Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Media resmi pemerintahan Korea Utara, Korean Central News Agency/KCNA merilis aktivitas terbaru pemimpinnya, Kim Jong-un untuk menepis rumor meninggal dunia.
Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar mengenai dugaan meninggalnya pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un langsung mendadak menjadi perbincangan setelah beredar luas di media sosial.

Kim Jong-un dikabarkan mengalami pendarahan otak hingga koma sebelum akhirnya disebut-sebut meninggal dunia. Namun, informasi tersebut belum didukung bukti terverifikasi sehingga kebenarannya masih belum dapat dipastikan.

Dilansir tvOnenews.com dari Newsweek, Rabu (21/10/2026), spekulasi tersebut mulai mencuat pada akhir pekan setelah pertama kali disebarkan oleh Wanjun Xie, seorang aktivis politik asal Tiongkok yang melarikan diri ke Amerika Serikat.

Wanjun Xie juga dikenal sebagai sosok yang mengaku menjabat sebagai ketua Partai Demokrat China, sebuah organisasi yang dilarang oleh pemerintah Beijing.

Melalui akun di platform X, Xie menyatakan bahwa Kim Jong-un sempat dibawa ke Peking Union Medical College Hospital di Beijing akibat "pendarahan otak parah dan jatuh koma". Ia juga mengklaim bahwa pemerintah Korea Utara berupaya menyembunyikan kabar kematian pemimpinnya tersebut.

Meski demikian, Xie tidak menyertakan bukti terverifikasi untuk mendukung pernyataannya. Oleh karena itu, kabar mengenai kondisi kesehatan Kim Jong-un tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Fakta Kim Jong-un Dirumorkan Meninggal Dunia

Di tengah beredarnya rumor tersebut, media pemerintah Korea Utara justru menerbitkan foto terbaru Kim Jong-un. Pada Selasa, Kantor Berita Pusat Korea Utara, Korean Central News Agency/KCNA dan surat kabar Rodong Sinmun merilis dokumentasi aktivitas pemimpin berusia 42 tahun itu.

Dalam foto-foto tersebut, Kim Jong-un terlihat menghadiri pameran pakaian dan alas kaki di Pyongyang pada Senin. Ia juga tampak didampingi oleh putrinya, Kim Ju Ae, serta sejumlah pejabat pemerintah.

Kendati demikian, kemunculan Kim Jong-un dalam pemberitaan media resmi Korea Utara tersebut belum diverifikasi secara independen oleh pihak lain. Dengan demikian, foto-foto itu belum cukup untuk memastikan secara menyeluruh kondisi kesehatannya.

Peneliti senior Program Korea di Stimson Center, Rachel Minyoung Lee, turut menanggapi spekulasi tersebut. Menurutnya, hingga saat ini belum ada dasar kuat untuk menyimpulkan bahwa Kim Jong-un tengah mengalami masalah kesehatan serius atau telah meninggal dunia.

Lee juga menilai tidak terdapat kejanggalan dalam pemberitaan media pemerintah maupun aktivitas kepemimpinan Korea Utara yang mengindikasikan bahwa Kim Jong-un tidak lagi mampu menjalankan tugasnya.

"Sejauh ini, rumor tersebut hanyalah desas-desus," katanya.

Peneliti senior tersebut mengimbau masyarakat dan pengamat internasional agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya karena seorang pemimpin tidak terlihat di hadapan publik.

Terlebih, pemerintah Korea Utara dikenal tertutup dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi kesehatan pemimpinnya. Situasi tersebut membuat berbagai spekulasi mengenai keadaan Kim Jong-un mudah berkembang.

Penolakan terhadap rumor tersebut juga datang dari Korea Selatan (Korsel). Seorang pejabat di bidang diplomatik dan keamanan yang identitasnya tidak diungkapkan mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa pihaknya tidak memperoleh informasi yang mendukung kabar kematian Kim Jong-un.

Rumor Kim Jong-un Meninggal Dunia Pernah Mencuat Enam Tahun Lalu

Spekulasi mengenai kondisi kesehatan Kim Jong-un bukan kali pertama terjadi. Pada 2020, pemimpin Korea Utara itu sempat tidak muncul dalam pemberitaan publik selama beberapa pekan.

Ketidakhadirannya memicu dugaan bahwa ia tengah mengalami masalah kesehatan serius. Bahkan, muncul rumor bahwa Kim Jong-un meninggal dunia setelah menjalani operasi kardiovaskular. Saat itu, seorang pembelot terkenal asal Korea Utara disebut meyakini rumor tersebut dengan tingkat keyakinan 99 persen.

Namun, Kim Jong-un kemudian kembali muncul dalam sebuah kegiatan publik. Kemunculan tersebut meredakan berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya yang berkembang saat itu.

Kondisi kesehatan Kim Jong-un terus menjadi perhatian dunia karena ia memimpin Korea Utara, negara yang memiliki persenjataan nuklir dan memegang peran strategis dalam dinamika keamanan Asia Timur.

Kim mengambil alih kekuasaan setelah ayahnya, Kim Jong-il, meninggal dunia pada 2011. Hingga kini, mekanisme pergantian kepemimpinan apabila Kim Jong-un tiba-tiba tidak lagi berkuasa masih menjadi salah satu pertanyaan yang menjadi perhatian pengamat internasional.

Perubahan kekuasaan di Pyongyang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan, hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga, hingga keamanan persenjataan nuklir Korea Utara.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:08
08:29
08:13
08:12
13:03
04:39

Viral