- REUTERS/Kylie Cooper
Bela Umat Muslim dari Islamophobia, Bill Clinton Ungkap Putrinya Khatam Al-Qur'an Sejak Usia 15 Tahun
tvOnenews.com — Presiden ke-42 Amerika Serikat Bill Clinton mengaku lelah melihat fenomena kebencian terhadap umat Muslim yang banyak terjadi di AS.
Dalam aebuah libero pidatonya baru-baru ini, Bill Clinton mengutip QS Al-Hujurat ayat 13 hingga mengeklaim putrinya telah khatan Al-Qur'an sejak usia 15 tahun.
Fenomena Islamophobia atau kebencian terhadap umat Muslim kabarnya memang kembali terjadi di Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.
Hal itu disadari betul oleh para pejabat tinggi di Amerika Serikat, salah satunya adalah mantan Presiden AS Bill Clinton saat pidato di Pusat Peribadatan Koinonia, Florida.
“Saya lelah melihat orang-orang merendahkan umat Muslim hanya karena mereka beragama Islam,” kata Bill Clinton dilansir dari clip video Al Jazeera.
Ketika bicara di atas podium, suami dari eks Sekretaris Luar Negeri AS Hillary Clinton tersebut juga mengutip sebuah ayat yang terkandung dalam Al-Qur'an.
Yakni surat Al-Hujurat ayat 13 yang berisi pesan tentang persamaan derajat manusia dan pentingnya saling mengenal di tengah keberagaman.
Pada kesempatan itu, Bill Clinton bercerita bahwa dirinya tahu ayat ini dari sang putri, Chelsea Clinton yang ternyata sudah khatam Al-Qur'an sejak usia 15 tahun.
“Dalam Al-Qur’an disebutkan — dan saya pertama kali mendengar hal ini dari putri saya, yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir saat berusia 15 tahun. Suatu hari, dia berkata kepada saya, 'Ayah, bacalah ini',” katanya.
“Allah menciptakan manusia dalam keberagaman, bukan agar mereka saling merendahkan dan membenci, melainkan agar mereka saling mengenal dan belajar satu sama lain,” jelas Presiden AS periode 1993 hingga 2001 tersebut.
Lebih jauh, Bill Clinton menekankan bahwa di setiap agama pasti ada saja oknum yang berbuat buruk karena sifat dari individu yang memang tidak sempurna.
- ANTARA/REUTERS/Swoan Parker
“Dalam setiap agama pasti ada orang-orang yang berbuat buruk, karena kita semua hanyalah manusia yang tidak luput dari kekurangan,” ujar Bill Clinton.
Sebelum menutup pidatonya, Bill Clinton mengatakan kalau dirinya lelah dengan pertentangan antar agama yang terjadi bukan hanya di AS, tapi di manapun.
“Namun, perang atas nama agama, pertentangan budaya, semua itu membuat saya lelah. Saya sungguh lelah. Namun, ada perbedaan besar antara merasa lelah dan menyerah,” pungkasnya ditutup dengan tepuk tangan.