- Istimewa
Dituding Mengintimidasi,Letkol Edi Purwoko yang Perintahkan Copot Baliho Ganjar Pranowo Beri Pengakuan, Katanya...
Komandan Kodim menjelaskan keberadaan baliho di atas lahan Kodim 1013 Muara Teweh. Menurutnya, perizinan baliho tersebut dibawah pemerintah daerah (Pemda) yang digunakan untuk iklan layanan masyarakat.
Selain itu, baliho tersebut bukanlah baliho komersial, bahkan Komandan Kodim menyebutkan pihaknya tidak mengadakan perhitungan sewa menyewa terkait baliho tersebut.
Letkol Edi juga mengatakan seharusnya pihak pemasang baliho tersebut berkoordinasi dengan izin kepada pihak Kodim. Sehingga dapat mengetahui iklan apa yang akan dipasang pada baliho di area Kodim.
“Seharusnya iya dong (iklan izin Kodim). Tanggung jawab saya (termasuk) service area kodim dalam hal ini lahan milik Kodim, tentunya ada komunikasi,” tegasnya.
“Kalau dari awal telah disampaikan tentu saya akan sampaikan ‘Pak, tidak boleh menggunakan fasilitas TNI dalam bentuk apapun untuk mendukung partai apapun, pasangan siapapun. Kita menjaga netralitas TNI,” sambungnya.
Pencopotan Baliho Ganjar Pranowo. (Ist)
Ia pun menegaskan bahwa Dandim Muara Teweh Anti Capres Ganjar Pranowo itu tidak benar. Sebab dirinya sangat menghormati capres yang telah dipilih oleh masyarakat.
“Sekali lagi kalau ada yang menggoreng Dandim Muara Teweh anti Capres Ganjar, Itu tidak betul. Saya hormat karena itu diminta atau ditunjuk oleh masyarakat Indonesia menjadi capres tentunya itu adalah putra-putra terbaik,” tegas Letkol Edi Purwoko.
Kemudian terkait kata-kata intimidasi diduga disampaikan oleh oknum TNI, Komandan Kodim Letkol Inf Edi Purwoko tidak dapat memberikan komentar. Sebab pihaknya tidak mengetahui siapa yang menyebutkan kata-kata tersebut.
“Yang menyampaikan siapa saja kami tidak tahu. Apakah dia mendengar sendiri atau dari siapa, kami tidak tahu,” tuturnya.
Dirinya mengaku tidak ada kata-kata ancaman apalagi intimidasi kepada pihak-pihak lainnya. Sebab telah melakukan koordinasi kepada sejumlah pihak terkait untuk mencopot baliho bergambar Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo.
Selain itu, ia kembali menegaskan pihaknya hanya menjunjung tinggi netralitas TNI terhadap jalannya pemilu 2024. (kmr)