news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tokoh-tokoh NU mulai dilirik Bakal Capres untuk jadi Cawapres.
Sumber :
  • Istimewa

Nama-nama Tokoh NU Mulai Dilirik Tokoh Politik sebagai Cawapres, Ternyata Ini Pertimbangannya

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai Cak Imin dan Yenny Wahid memiliki irisan elektoral yang sama, yakni memiliki kekuatan basis massa NU di Jawa Timur.
Kamis, 7 September 2023 - 06:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah tokoh politik yang akan bertarung di Pilpres 2023 berebut suara masyarakat Nahdlatul Ulama (NU).

Seperti kita ketahui, Anies Baswedan memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pilpres 2024 nanti.

Pemilihan Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar tentu bukan tanpa pertimbangan, NasDem bersama Anies Baswedan tak ingin membeli kucing dalam karung.

Cak Imin dinilai memiliki basis massa NU sekaligus basis kekuatan di Jawa Timur, dimana Anies Baswedan sendiri justru dinilai lemah di Jawa Timur.

Selain sosok Cak Imin, ada tokoh NU yang juga mulai dilirik para tokoh politik.

Sebut saja Yenny Wahid anak dari tokoh besar NU KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Yenny Wahid bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hari ini, Rabu (6/9/2023) di kediaman Prabowo. 

Yenny Wahid datang bersama sang ibu Sinta Nuriyah istri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid.

Benarkah Yenny Wahid juga dilirik oleh Prabowo Subianto sebagai bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya nanti?

Yenny Wahid juga dinilai sama-sama memiliki basis suara NU dan basis kekuatan di Jawa Timur. Apakah Prabowo akan memilih Yenny Wahid sebagai cawapres?

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai Cak Imin dan Yenny Wahid memiliki irisan elektoral yang sama, yakni memiliki basis massa NU dan basis kekuatan di Jawa Timur.

"Cak Imin dan Mba Yenny pada dasarnya masih belum kompetitif secara elektabilitas personal. Tapi kelebihan Cak Imin adalah dia memiliki PKB sebagai infrastruktur politik yang dibesarkan oleh Gus Dur ayahanda Mba Yenny," ungkap Burhanuddin dalam Apa Kabar Petang tvOne, Rabu (6/9/2023).

Sejak 2005 PKB dikuasai oleh Cak Imin sehingga total sudah 18 tahun Cak Imin menjadi Ketua Umum PKB.

Cak Imin sangat menguasai struktur PKB hingga tingkat bawah. Selaku partai lokal suara PKB dominasi berkumpul di Jawa Timur.

"Karena itulah PKB menjadi incaran penting untuk Prabowo maupun Anies Baswedan," katanya.

Tapi Cak Imin juga memiliki kelemahan, kata Buhanuddin. Menurutnya banyak pemilih PKB yang tak memilih Cak Imin sebagai capres maupun cawapres.

"Ini yang kemudian membuat Cak Imin kurang begitu dilirik sebagai cawapres, terutama oleh Prabowo, minimal tidak segera diputuskan sebelum akhirnya pindah haluan ke Anies Baswedan," tuturnya.

Meski begitu peluang munculnya cawapres dari NU masih terbuka lebar tidak berhenti di Cak Imin dan Yenny Wahid.

Menurut Buhan masih ada nama-nama lain tokoh NU yang berpeluang menjadi cawapres.

"Sebut saja Erick Thohir, Erick Thohir ini anggota Dewan Kehormatan Banser NU, dekat juga dengan PBNU. Kemudian Khofifah Indar Parawansa itu juga nama-nama yang lekat dengan NU," ungkapnya.

Sehingga hal itu penting untuk didiskusikan oleh Prabowo dan partai-partai pendukungnya, sebagai bagian dari eksplorasi untuk memenangkan Pilpres 2024 nanti.

Dari nama-nama tokoh NU, manakah yang berpotensi dipilih Prabowo dan dapat memenangkan Pilpres 2024?

"Pilpres 2024 ini ibarat Pilpres rasa Pilcawapres. Jadi cawapres menjadi kunci. Alasannya simpel, survei-survei per hari ini menemukan selisih antara Prabowo dan Ganjar tidak clear, siapa yang unggul secara statistik," katanya.

"Dan karenanya konstribusi dari cawapres betapapun minimal itu akan sangat menentukan karena marginal effect tiap satu suara itu menjadi sangat menentukan siapa yang menang," tambahnya.

Menurut Burhan faktor elektoral menjadi sangat krusial.

"Menurut saya, sejak Cak Imin pindah ke Koalisi Perubahan dan didapuk sebagai cawapres Anies maka pertarungan menjadi pertarungan siapa yang paling NU di mata pemilih, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah," bebernya.

Berbeda dengan Ganjar Pranowo yang secera elektoral kuat di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sehingga kebutuhan mencari cawapres berlatarbelakang NU tidak setinggi Prabowo dan Anies Baswedan.

Suara masyarakat NU ini sangat penting sehingga menjadi pertimbangan para tokoh politik jelang Pilpres 2024.

Seperti dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berdasarkan survei Alvara 52,9 persen populasi muslim Indonesia mengaku NU. (muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral