- tim tvone
5 Pejabat Pusat Turun ke Rempang, Warga Upacara Tolak Bala dan Beri Gelar Panglima Marwah Sejati kepada 8 Pemuda
“Mari bersama menciptakan iklim investasi yang kondusif guna mencapai kemajuan yang signifikan bagi perkembangan ekonomi serta kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Batam,” kata Kepala Biro Promosi, Humas dan Protokol Ariastuty Sirait.
Dalam kunjungan ke Batam ini, kata Ariastuty, ketiga menteri itu tidak dijadwalkan pergi ke Rempang pada hari ini. "Iya nggak ke Rempang," ujarnya.
MPR: Prioritaskan Dialog!
Kericuhan yang terjadi di Pulau Rempang sebagai imbas pelaksanaan pembangunan proyek strategis nasional (PSN) mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan.
"Investasi tentu sangat penting dalam menopang pertumbuhan. Namun jika investasi itu hanya menyisakan luka bagi rakyat, maka jelas pelaksanaan investasi itu mesti dievaluasi," kata Syarief dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Dia menilai kericuhan di Pulau Rempang, Batam dalam kaitannya dengan pembangunan Rempang Eco City, hanya akan menyisakan preseden buruk dalam meningkatkan investasi.
Menurut dia, Investasi tidak bisa dilaksanakan dengan peminggiran hak-hak sosial, budaya, dan ekonomi rakyat, namun harus humanis.
"Pemerintah harus melakukan sosialisasi setiap pembangunan, namun pada saat bersamaan hak-hak hidup rakyat juga harus dijamin. Pemerintah harus menyelesaikan persoalan investasi ini (di Pulau Rempang) dengan tepat dan dialogis," ujarnya.
Menurut dia, bentuk-bentuk pemaksaan investasi justru akan menimbulkan antipati dari rakyat dan dikhawatirkan akan memicu pertanyaan, sesungguhnya investasi itu ditujukan untuk apa dan buat siapa.
Dia menilai jika mengukur keberhasilan investasi hanya dari realisasi pembangunan fisik belaka, maka jelas ada kekeliruan kebijakan yang nyata, karena rakyat adalah tujuan, bukan alat pembangunan.
“Pembangunan Rempang Eco City ini penting, namun yang lebih penting adalah memastikan pembangunan ini tidak mengorbankan rakyat," katanya. (ito)