- Whoosh
Netizen Harus Tahu, Kereta Cepat Whoosh Tetap yang Pertama di ASEAN Kalahkan Laos, Ini Faktanya
Di media sosial netizen ribut soal perbandingan kereta cepat RI dengan Laos mana duluan yang beroperasi dan siapa yang pertama di ASEAN. Bagaimana faktanya?
Pada awal Desember 2021, Laos meresmikan jalur kereta api Boten-Vientiane, proyek senilai US$ 6 miliar yang didukung oleh China sebagai bagian dari Belt and Road Initiative (BRI). Jalur kereta api ini membentang sepanjang 414 km dari ibu kota Vientiane hingga kota Boten di perbatasan Laos-Tiongkok.
Presiden Jokowi saat Meresmikan Whoosh
Proyek ini memiliki dampak signifikan pada konektivitas regional dan ekonomi Laos. Sebelumnya, perjalanan dari Vientiane ke perbatasan China memakan waktu 15 jam dengan kendaraan berbasis roda, tetapi dengan jalur kereta api baru ini, waktu perjalanan berkurang drastis menjadi kurang dari empat jam. Ini akan mengubah dinamika perdagangan dan pariwisata antara kedua negara.
Jalur kereta ini juga menghubungkan Boten ke utara sekitar 595 km, akhirnya mencapai Kunming, ibu kota provinsi Yunnan di China. Ini memungkinkan akses yang lebih cepat ke pasar China yang besar dan dapat menarik lebih banyak investasi asing serta wisatawan ke Laos.
Kereta semi cepat ini menggunakan te (ebs)knologi EMU dengan spesifikasi kereta CR200J dari China Railway Corporation dengan kecepatan maksimal 160 km per jam, beda jauh dengan kereta cepat milik Indonesia yang mencapai 350 km per jam. Meskipun tidak secepat seri Fuxing lainnya, seperti CR400AF yang dimiliki Indonesia, kereta ini tetap mengurangi waktu perjalanan sebanyak 11 jam, dari semula 15 jam perjalanan.