- Sumber: Youtube University
Memilukan! Pidato Asli AH Nasution di HUT TNI 1965: Hari Angkatan Bersenjata Kita yang Selalu Gemilang, tapi Kali Ini Dihinakan
Kami semua sedia juga mengikuti jalan kamu, jika memang fitnah mereka itu benar, kami akan buktikan.
Rekan-rekan, adik-adik saya sekalian, saya sekarang sebagai yang tertua dalam TNI yang tinggal bersama lainnya akan meneruskan perjuangan kamu, membela kehormatan kamu.
Menghadaplah sebagai pahlawan, pahlawan dalam hati kami seluruhnya ini.
Sebagai pahlawan menghadaplah kepada asal mula kita yang menciptakan kita, Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena akhirnya dialah Panglima kita yang paling tertinggi, dialah yang menentukan segala sesuatu, juga atas diri kita.
Semua tetapi dengan keimanan ini juga kami semua yakin bahwa yang benar akan tetap dan yang tidak benar akan tetap hancur.
Fitnah berkali-kali, fitnah lebih jahat dari pembunuhan, fitnah lebih jahat dari pembunuhan, kita semua difitnah dan saudara-saudara telah dibunuh.
Kita diperlakukan demikian, tapi jangan kita, jangan kita dendam hati, iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Iman kepadanya meneguhkan kita, karena dia perintahkan kita semua berkewajiban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.
AH Nasution menjadi satu-satunya jenderal yang selamat dalam peristiwa kebiadaban G30S PKI 1965. Namun, meski ia berhasil selamat dengan melarikan diri dari rumahnya, sang anak Ade Irma Suryani, yang kala itu berusia 5 tahun menjadi korban timah panas pasukan Cakrabirawa.
Tertembaknya Ade Irma Suryani putri bungsu Jenderal AH Nasution, seolah menjadi perisai sang ayah yang berhasil lolos dari kebiadaban G30S PKI saat itu. Maka Tak heran, dalam rekaman video pemakaman 7 Jenderal Pahlawan Revolusi di Taman Makam Pahlawan, AH Nasution tak kuasa menahan kesedihan.
Bahkan, luka mendalam AH Nasution dalam pemakaman 7 Jenderal Pahlawan Revolusi pada 6 Oktober 1965, AH Nasution terlihat amat sedih, karena selain kehilangan 7 rekannya yang menjadi korban kebiadaban G30S PKI, ia juga harus kehilangan sang anak sebagai perisai dirinya. (mii)