- ANTARA
Ditunjuk Lagi Jadi Wakil Menteri Komunikasi, Profil Nezar Patria Disorot dengan Deretan Prestasi di Dunia Jurnalistik
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029.
"Nezar Patria M.Sc., M.B.A: Wakil Menteri Komunikasi dan Digital," kata Presiden Prrabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Berdasarkan pengumuman Kabinet tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika berubah nomenklatur menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital.
Dengan demikian, Nezar akan kembali menjabat posisi tersebut. Sebelumnya, dia telah dilantik sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika oleh Presiden ketujuh Indonesia Joko Widodo pada 17 Juli 2023.
Profil Nezar Patria
Nama Nezar kembali mencuat untuk masuk dalam kabinet pemerintahan baru, usai pria yang lama menekuni profesi sebagai jurnalis tersebut memenuhi panggilan Prabowo di kediaman sang Presiden di bilangan Kertanegara, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Pemanggilan tersebut mengisyaratkan bahwa dia masuk dalam jajaran calon wakil menteri atau kepala badan untuk kabinet Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Saat itu, Nezar mengatakan bahwa dirinya diarahkan oleh Prabowo membahas terkait bidang teknologi dan pengelolaan berbagai rintangannya di masa depan.
Nezar merupakan pria kelahiran 5 Oktober 1970, putra daerah dari Aceh. Ayahnya, Sjamsul Kahar adalah seorang pemimpin umum media terbesar di Aceh yaitu Harian Serambi Indonesia, bagian grup media Kompas Gramedia.
Nezar menempuh pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, di Fakultas Filsafat. Di sinilah kiprah aktivisnya dimulai, sebab ia bergabung dengan organisasi kemahasiswaan seperti Biro Pers Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM, Jamaah Shalahuddin UGM, dan Kelompok studi Plaza Filsafat UGM.
Selain itu, Nezar pernah menjadi Sekretaris Jenderal Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), salah satu organisasi mahasiswa yang melakukan perlawanan kuat terhadap Orde Baru saat tahun 1998.
Menjadi bagian dari organisasi tersebut, Nezar pun menjadi salah satu korban penculikan Aktivis 98 bersama tiga temannya. Kisahnya pun dibagikan dalam artikel yang berjudul "Di Kuil Penyiksaan Orde Baru" di majalah Tempo dan novel berjudul "Laut Bercerita" yang ditulis oleh rekannya, Leila Chudori.
Setelah menyelesaikan Sarjana di UGM, Nezar melanjutkan studinya di luar negeri. Nezar mengenyam pendidikan ke jenjang Magister jurusan Sejarah Hubungan Internasional di London School of Economics and Political Science (LSE).