- ANTARA
Sumber Kekayaan Kades Kohod hingga Terparkir Sejumlah Mobil Mewah di Garasi Miliknya, Ternyata Arsin Jalankan Usaha..
Jakarta, tvOnenews.com - Memiliki sejumlah mobil mewah Kepala Desa Kohod, Arsin, buka suara soal asal-usul hartanya yang mencuri perhatian publik.
Kades Kohod diketahui memiliki sejumlah mobil mewah, seperti Jeep Rubicon seharga Rp800 juta, Honda Civic hingga CRV yang harganya juga ratusan juta rupiah.
Dikutip dari YouTube Official iNews, Arsin menyebut mobil-mobil tersebut bukanlah hasil dari pengurusan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Hak Milik (SHM) Pagar Laut Tangerang seperti yang dituduhkan.
- IST
Menurutnya sebelum membeli mobil Rubicon, Arsin lebih dahulu menyicil Honda Brio. Setelah lunas, ia jadikan uang muka untuk kredit Rubicon.
"Saya ambil Rubicon karena bisa digunakan di kota maupun kampung. Itu juga kredit," ungkapnya.
Arsin menyebut bahwa harga mobil tersebut mencapai Rp800 juta jika dibayar secara tunai.
Sumber Kekayaan Kades Kohod Arsin
Kades Kohod mengungkap sumber kekayaanya hingga mampu membeli sejumlah mobil mewah.
Awalnya, Arsin hanya tertawa tanpa menyebutkan gajinya sebagai kepala desa.
Arsin mengaku dirinya memiliki bisnis kos-kosan di Desa Kohod dan Kalibaru sejak lama, sebelum menjabat sebagai Kades.
Tak hanya itu, Arsin juga menyebut anaknya memiliki usaha bengkel.
Arsin membantah keras tudingan bahwa kekayaannya berasal dari pemberian seseorang terkait pengurusan SHGB dan SHM di Pagar Laut Tangerang.
"Tidak ada itu. Saya tidak ikut campur urusan tersebut," tegasnya.
Rubicon Masih Dicicil
Sebelumnya, Kuasa hukum Arsin, Yunihar, turut meluruskan rumor mengenai kepemilikan Rubicon tersebut.
"Memang benar Rubicon itu milik Kades Arsin, tapi dibeli dengan cara kredit dan hingga kini masih dalam proses cicilan," ungkapnya kepada wartawan di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (11/2/2025).
- istimewa
Pernyataan ini diperkuat oleh Edi, salah satu pekerja di rumah Arsin. Menurutnya, mobil tersebut bukan baru dan berwarna hitam, bukan putih seperti yang ramai diberitakan.
"Itu mobil second, bukan baru. Kalau beli baru, harganya bisa jauh lebih mahal," kata Edi dalam tayangan Kompas Petang, Minggu (2/2/2025).