news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Deepfake.
Sumber :
  • IST

Apa Itu Deepfake? Penipuan Digital Masa Kini yang Sudah Masuk ke Indonesia

Di era digital yang terus berkembang, teknologi menghadirkan berbagai inovasi yang mempermudah kehidupan. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul juga ancaman baru yang tak bisa diabaikan, salah satunya adalah deepfake.
Selasa, 4 Maret 2025 - 17:13 WIB
Reporter:
Editor :

“Deepfake merupakan teknologi yang sudah berevolusi dari beberapa dekade lalu, bisa dilihat konsep awal teknologi deepfake sudah ada dari tahun 90an dimana teknologi ini digunakan untuk dunia perfilman,ˮ jelas Jason.

Bagaimana Dampak Penipuan Deepfake di Dunia dan Indonesia?

Penipuan berbasis deepfake semakin merajalela dan memberikan dampak finansial yang signifikan di seluruh dunia. Pada acara Faces ofi Fiction kemarin dijelaskan bahwa, perkiraan kerugian global akibat deepfake akan mencapai $19 juta USD pada tahun 2033, dengan $12,3 juta USD di antaranya telah terjadi hanya dalam tahun 2023 akibat teknologi GenAI. Bahkan, pada tahun 2027, angka ini diproyeksikan melonjak hingga $40 juta USD per tahun.

Bagaimana Deepfake Meretas Sistem Keamanan dan Cara Menghadapinya?

Deepfake dapat diproduksi dengan berbagai cara. Bisa diambil contohnya dalam meretas bank dengan layer keamanan yang berlapis, deepfake dapat mengambil celah masuknya dengan tiga cara ini. Cara pertama adalah menggunakan aplikasi kloning. Aplikasi ini pengguna untuk menggandakan aplikasi perbankan di smartphone mereka, dan masuk ke beberapa akun secara bersamaan. Hal ini mempersulit pendeteksian aktivitas penipuan secara real-time.
 
Yang kedua adalah dengan Virtual Camera, dimana para penipu menggunakan kamera yang dimanipulasi secara digital. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengalihkan apa yang dianggap aplikasi perbankan sebagai umpan kamera langsung ke umpan yang dimanipulasi secara digital menggunakan perangkat lunak atau bahkan menggunakan video dan gambar lokal yang telah disiapkan sebelumnya.

Metode terakhir yang paling umum digunakan adalah Face Swap berbasis AI. Teknologi ini memungkinkan pelaku untuk mengganti fitur wajah seseorang dengan wajah siapa pun yang mereka unggah, sehingga dapat menipu sistem verifikasi digital dengan mudah. Metode ini juga ditampilkan dalam acara Faces of Fiction, yang menunjukkan betapa mudahnya teknologi ini disalahgunakan untuk tindak penipuan. Dengan semakin canggihnya AI, ancaman deepfake pun menjadi semakin nyata dan dapat diakses oleh siapa saja.

Risiko penipuan deepfake tentu bisa dicegah dengan berbagai cara. Salah satu langkah paling efektif adalah memanfaatkan teknologi canggih untuk melawan ancaman ini. Jason menjelaskan bahwa banyak orang mengira liveness detection sudah cukup untuk menghadapi deepfake, padahal kenyataannya tidak demikian.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral