news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Keluarga Iptu Tomi Marbun.
Sumber :
  • IST

Penyelidikan Hilangnya Iptu Tomi Marbun, Pihak Keluarga Membuat Laporan Polisi di Mabes Polri

Sudah 3 bulan sejak hilangnya Iptu Tomi Marbun dalam operasi pengejaran KKB Papua dan kini belum mendapatkan titik terang.
Jumat, 28 Maret 2025 - 03:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sudah 3 bulan sejak hilangnya Iptu Tomi Marbun dalam operasi pengejaran KKB Papua dan kini belum mendapatkan titik terang. Banyaknya kejanggalan atas hilangnya serta kejanggalan dalam pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun, pihak keluarga beserta kuasa hukumnya mendatangi Mabes Polri untuk membuat Laporan Polisi. 

Adapun Laporan Polisi ini teregister dengan Laporan Polisi Nomor :Lp/B/164/III/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI dengan dugaan tindak pidana pasal 421 KUHP dan pasal 304 KUHP dengan terlapor CW dan ST. 

Nathaniel Hutagaol, SH.,MH selaku kuasa hukum keluarga Iptu Tomi Marbun dalam keterangannya menyatakan banyak dugaan kejanggalan dari mulai hilangnya hingga pencarian Iptu Tomi Marbun.

"Maka secara resmi keluarga membuat laporan polisi di Mabes Polri," ujar Niel.

Nathaniel Hutagaol juga menambahkan mereka juga tetap menghormati proses yang sedang dilakukan Tim Pencari Fakta dari Mabes Polri yang sedang mengungkap kasus ini.

"Pihak keluarga berharap semoga Tim Pencari Fakta dari Mabes Polri dapat memberikan kepastian dan keadilan kepada keluarga Iptu Tomi Marbun dan tidak lupa juga berdoa agar pencarian tahap III Iptu Tomi Marbun memberikan sebuah hasil," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa yang hilang bukan uang ataupun barang tapi yang hilang adalah manusia yang mana merupakan keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia.

"Jadi kami berharap Laporan Polisi kami di Mabes Polri ini memberikan kepastian dan keadilan bagi keluarga," tutupnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua Barat membentuk pos komando untuk melaksanakan operasi pencarian tahap ketiga hilangnya mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Teluk Bintuni Inspektur Polisi Satu Tomi Samuel Marbun.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Komisaris Besar Polisi Ongky Isgunawan di Manokwari, Selasa, mengatakan pihaknya sudah melaksanakan rapat koordinasi untuk memaksimalkan operasi pencarian Iptu Tomi Marbun.

Rapat pembahasan operasi pencarian Iptu Tomi Marbun melibatkan unsur dari Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari serta Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas).

"Struktur poskonya masih disusun. Dalam rapat itu, masing-masing institusi memaparkan kesiapan untuk operasi pencarian tahap ketiga," ujar Ongky.

Ia memastikan bahwa pergantian jabatan Kepala Polres Teluk Bintuni dari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Choiruddin Wachid kepada AKBP Hari Sutanto tidak menghambat pelaksanaan operasi pencarian Iptu Tomi Marbun.

AKBP Choiruddin Wachid yang sudah menjalani serah terima jabatan sebagai Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Papua Barat Daya mendukung pelaksanaan operasi pencarian tahap ketiga.

"Rotasi ini tidak memengaruhi pencarian Iptu Tomi karena AKBP Choiruddin juga pindahnya ke Papua Barat Daya," kata Ongky.

Menurut dia, optimalisasi persiapan melanjutkan pencarian Iptu Tomi Marbun tidak terlepas dari saran yang diberikan Tim Mabes Polri setelah melakukan penggalian informasi di Teluk Bintuni.

Tim itu terdiri atas Inspektorat Pengawasan Umum Polri, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional Irjen Polisi (Purn) Arief Wicaksono Sudiotomo, dan Divisi Propam Polri.

"Tim Mabes Polri tiba di Manokwari Jumat (21/3) lalu dan langsung ke Teluk Bintuni karena Sabtu (22/3) mau bergerak ke lokasi kejadian, tetapi terkendala banjir," kata Ongky.

Meski demikian, sejumlah informasi sudah diperoleh Tim Mabes Polri dari personel Polres Teluk Bintuni yang ikut dalam operasi bersama Iptu Tomi Marbun pada 18 Desember 2024.

Operasi tersebut bertujuan menangkap pentolan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Marthen Aikingking, namun Iptu Tomi Marbun hanyut terbawa arus ketika menyeberangi Sungai Rawara.

"Informasi yang dikumpulkan tim akan dipresentasikan kepada Pak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Pak Irwasum, dan Pak Kadiv Propam," ujarnya.

Dia mengatakan pengumpulan informasi awal oleh tim di Teluk Bintuni menjadi acuan bagi Mabes Polri dalam rapat dengar pendapat lanjutan dengan Komisi III DPR RI.

Hasil rapat itu menjadi keputusan Mabes Polri membentuk tim pencari fakta (TPF) hilangnya Iptu Tomi Samuel Marbun.

"Anggota TPF bentukan mabes tidak hanya dari Polri, tetapi DPR, Kompolnas, Komnas HAM, dan lainnya," tambah Ongky.

Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP) Yan Christian Warinussy menyarankan Kapolri membebastugaskan AKBP Choiruddin Wachid dari jabatan baru untuk sementara waktu guna mencegah intervensi.

JDP juga mendesak Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap AKBP Choiruddin Wachid sebagai penanggung jawab pelaksanaan operasi gabungan penangkapan anggota KKB.

Salah satu kliennya (warga sipil) yang ikut dalam operasi menyebutkan bahwa sempat mendengar bunyi tembakan dua kali saat menelusuri tepian Sungai Rawara untuk menolong Iptu Tomi Marbun.

"Perlu juga diselidiki asal bunyi senjata apa itu dan kepentingannya apa. Klien saya setelah dengar bunyi senjata, tidak mau kembali karena takut terancam," ucap Warinussy. (ebs)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:44
02:34
01:28
01:14
01:19
01:41

Viral