- Adinda Ratna Safira-tvOne
Buntut Dugaan Ijazah Palsu, Kubu hingga Ipar Jokowi Datangi Bareskrim Bawa Dokumen Ijazah Asli
Jakarta, tvOnenews.com - Kubu kuasa hukum hingga keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memenuhi panggilan Bareskrim Polri buntut laporan dugaan ijazah palsu pada Jumat (9/5/2025).
Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengatakan bahwa hari ini Jokowi diwakili oleh keluarganya, yakni iparnya yang bernama Andri.
“Perwakilan keluarga ada Pak Andri selaku ipar dari Pak Jokowi langsung,” kata Yakup.
Yakup menerangkan bahwa pihaknya membawa sejumlah dokumen termasuk ijazah asli Jokowi yang akan diserahkan ke Bareskrim Polri.
“Agenda hari ini itu kita hanya memenuhi permintaan dari pihak Bareskrim untuk menghadirkan dan membawa sejumlah dokumen termasuk ijazah asli dari Pak Jokowi. Beberapa dokumen kita bawa juga kalau diperlukan,” ucap Yakup.
Sementara itu, dia menerangkan alasan ijazah ini dibawakan oleh keluarganya lantaran dokumen yang bersifat sensitif.
“Karena kan tentunya dokumen sensitif ya jadi enggak mungkin dikirim pake kurir kan. Jadi tentunya diberikan kepada pihak yang dipercaya oleh Pak Jokowi langsung untuk membawa dokumennya,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi klaim progres penyidikan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi capai 90 persen. Sisanya 10 persen ialah uji laboratorium ijazah Jokowi.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirpitidum) Mabes Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pihaknya akan segera menuntaskan apa yang menjadi perhatian publik.
"Kita menguji pemeriksaan yang dilaksanakan adalah 90 persen, 10 persennya adalah uji laboratorium," terang Djuhandhani saat konferensi pers di Mapolresta Surakarta, Kamis (8/5/2025).
"Kalau uji laboratorium ini ternyata tidak identik yang 90 persen gugur," tambahnya.
Ia mengatakan pihaknya akan berupaya secepat mungkin untuk menyelesaikan dugaan ijazah palsu Jokowi ini.
"Kembali lagi kuncinya saat ini kita sudah mendapatkan keterangan-keterangan dan lain sebagainya. Seperti teman kuliah, dokumen kemudian dari rektor dari pembimbing kita sudah mendapatkan keterangan," imbuh dia.
Djuhandhani mengatakan pihaknya menyiapkan tujuh ijazah pembanding baik ijazah SMA maupun ijazah kuliah Jokowi untuk uji laboratorium.
"Kita bekerja secara profesional. Kita terus mengedepankan uji secara scientific sehingga nantinya akan membuat terang permasalahan ini," kata dia.
Pihaknya memohon agar masyarakat sabar mengingat dalam menguji sebuah dokumen memerlukan kehati-hatian.