news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Keluarga diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan ungkap soal amplop cokelat misterius berisi 3 simbol aneh.
Sumber :
  • Istimewa

Kasus Kematian Arya Daru Seret Satuan TNI, Keluarga Curiga Ada Kaitan dengan Sosok Wanita Inisial V Istri Anggota TNI...

Bila benar kalau V merupakan istri dari seorang oknum yang diduga merupakan anggota TNI, pihak keluarga berharap TNI juga bisa selidiki kasus ini atas oknumnya.
Minggu, 14 September 2025 - 00:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Keluarga diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan terus berjuang mencari keadilan.

Mulai dari menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta bantuan TNI, hingga memohon perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Bukan tanpa sebab, kematian Arya Daru Pangayunan yang ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya di Gondangdia, Jakarta Pusat pada Juli 2025 lalu masih menyisakan misteri besar.

Meski pihak kepolisian mengungkapkan bahwa diplomat asal Yogyakarta itu meninggal tanpa adanya keterlibatan pihak lain atau bunuh diri. 

Geger! Kuburan Arya Daru Diacak-acak Dibongkar Kembali, Keluarga Segera Laporkan ke Pihak Berwenang
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/tiktok rhana mua

 

Namun, keluarga meragukan hal tersebut, terlebih dengan sejumlah kejanggalan yang terjadi setelah kematian sang diplomat. Kini pihak keluarga tak ingin tinggal diam.

Tak main-main, enam anggota keluarga Arya Daru resmi meminta perlindungan ke LPSK.

Langkah itu diambil usai keluarga menemukan sederet kejanggalan misterius setelah pemakaman Arya. 

Mulai dari pesan aneh berbentuk simbol tak lazim hingga bunga di makamnya yang tiba-tiba berganti tanpa sepengetahuan pihak keluarga.

Wakil Ketua LPSK, Susilaningtias, membenarkan kabar tersebut. 

Ia mengungkap, pengajuan perlindungan keluarga Arya Daru dilakukan akhir Agustus lalu dan masih dalam proses verifikasi administrasi.

“Benar ada permohonan dari keluarga almarhum ADP kepada LPSK,” kata Susi kepada wartawan, Kamis (11/9/2025).

“Keluarga sampaikan juga ada kejanggalan-kejanggalan mengenai ada pihak-pihak yang mengirimkan pesan melalui simbol-simbol yang tidak umum atau tidak dapat dipahami serta makam almarhum yang diganti bunganya," tambahnya.

Upaya pihak keluarga dalam mencari keadilan demi bisa mengungkap misteri kematian Arya Daru tak berhenti di situ. 

Pihak keluarga memohon bantuan pengusutan kasus kematian Arya Daru kepada pihak TNI. 

Kuasa hukum keluarga Arya Daru, Nicholay Aprilindo menjelaskan kepada publik maksud dan tujuan dari pihak keluarga meminta TNI untuk mengusut kasus ini.

Melalui tayangan dalam YouTube METRO TV, Nicholay Aprilindo mengatakan pihak keluarga Arya Daru menilai TNI tidak dilarang untuk membantu tugas kepolisian. 

Selain itu, TNI juga dapat menjadi pihak yang mendukung tugas polisi tersebut.

“Menurut keluarga, dalam Undang-undang TNI dalam bidang Kamtibmas tidak dilarang untuk membantu tugas kepolisian. Mereka (keluarga) berpikir bahwa TNI lebih netral dan mempunyai alat-alat intelligent yang lebih mumpuni,” ungkap Nicholay Aprilindo pada tayangan YouTube METRO TV.

“Sehingga TNI bisa mem-backup pihak kepolisian dalam hal ini,” sambungnya.

Pihak keluarga merasa informasi yang didapatkan oleh Polisi tidak semua diberitahukan kepada keluarga dan masih menjadi pertanyaan.

Kemudian, ramai di media sosial mengenai sosok wanita yang bernama V sebagai seseorang yang dekat dengan almarhum Arya Daru.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, menurut Nickolay sosok V merupakan istri dari oknum TNI. 

Bila benar kalau V merupakan istri dari seorang oknum yang diduga merupakan anggota TNI, pihak keluarga berharap TNI juga bisa menyelidiki kasus ini atas oknumnya.

“Mereka juga melihat dari beberapa media sosial bahwa ada keterkaitan antara si wanita V ini ditenggarai merupakan istri dari seorang oknum,” jelas kuasa hukum keluarga Arya Daru.

“Kalau dari istri seorang oknum, apalagi oknum dalam tanda kutip TNI, maka kewenangan TNI untuk menyelidiki atas oknumnya,” lanjutnya.

Nicholay menjelaskan bahwa menurut informasi dari sang istri Arya Daru, wanita berinisial V merupakan teman kerja Arya Daru.

“Menurut informasi settingan dari istri dan Almarhum (Arya Daru), V ini merupakan teman dekat dalam arti teman kerja yang sehari-hari mengurus masalah-masalah PWNI (Perlindungan Warga Negara Indonesia),” terangnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Arya Daru Pangayunan ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya di Gondangdia, Jakarta Pusat pada Juli 2025 lalu. 

Tak berhenti di situ, pihak keluarga Arya Daru ternyata sempat meminta bantuan kepolisian secara khusus.

Tepatnya, pada 28 Agustus 2025, keluarga melalui tim kuasa hukumnya melayangkan surat resmi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Hal ini dibenarkan oleh Penasihat hukum keluarga, Mayor TNI Chk (Purn) Marwan Iswandi saat dikonfirmasi, Jumat (12/9/2025).

Surat itu berisi permohonan bantuan pengungkapan misteri kematian Arya Daru yang ditemukan tewas di Guest House Gondia, kamar 105, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025 lalu.

Isi Surat untuk Kapolri

Dalam surat yang ditandatangani kuasa hukum keluarga, Nicholay Aprilindo B. dan Dwi Librianto dari kantor hukum DD & Rekan, serta didampingi penasehat hukum keluarga Mayor TNI Chk (Purn) Marwan Iswandi, pihak keluarga menyatakan keberatan atas kesimpulan penyelidikan polisi.

Polisi sebelumnya menyampaikan hasil autopsi dan penyidikan pada 29 Juli 2025, yang menyebutkan ADP meninggal karena mati lemas dan tidak ada unsur pidana.

Hasil itu disimpulkan setelah ditemukan fakta yakni tidak ada jejak pihak lain, tidak ditemukan racun di tubuh Arya Daru, korban mengalami burn out, dan ada indikasi keinginan bunuh diri sejak tahun 2013.

Namun, keluarga menilai kesimpulan tersebut terlalu prematur dan masih menyimpan kejanggalan.

“Metode bunuh diri yang dilakukan ADP serta tidak adanya pesan pribadi sebagaimana lazimnya, adalah hal yang sangat tidak wajar,” tulis keluarga dalam suratnya.

Mereka juga menegaskan hingga kini belum pernah menerima penjelasan tertulis terkait perkembangan penyelidikan, meskipun hasilnya sudah diumumkan sebulan lalu. (muu/kmr/iwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral