news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo di Munas PKS.
Sumber :
  • YouTube/PKS TV

Prabowo Bongkar Bobroknya Korupsi di Indonesia: Negara Kita Kaya, tapi Banyak yang Pintar Nyolong

Ia menilai praktik lancung itu terus marak dan menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.
Senin, 29 September 2025 - 14:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Presiden RI, Prabowo Subianto, secara blak-blakan mengungkap kondisi korupsi di Indonesia yang menurutnya sudah berada pada level yang sangat memprihatinkan.

Ia menilai praktik lancung itu terus marak dan menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.

“Memang kita mengerti hampir semua negara ada korupsi, tapi korupsi di kita, harus kita akui menurut saya dalam keadaan yang sangat-sangat memprihatinkan,” tegas Prabowo dalam pidatonya di Munas VI PKS di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).

Prabowo mengaku terkejut saat menemukan parahnya praktik korupsi usai menjadi pemimpin Negara Indonesia. Ia menegaskan hanya pemerintahan yang bersih yang bisa membawa Indonesia bangkit.

“Hanya dengan pemerintah yang bersih Indonesia bisa bangkit. Kekayaan kita luar biasa tapi kita harus akui kelemahan dari elite kita. Kelemahan dari mereka-mereka yang kita anggap pintar dan cemerlang, ternyata kalah pintar dengan koruptor dan penipu-penipu dan manipulator,” jelasnya.

Prabowo memastikan akan memanggil Jaksa Agung dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas praktik lancung tersebut. Ia menilai bentuk korupsi paling berbahaya justru yang tersamar, seolah-olah legal padahal merugikan negara.

“Korupsi, penyimpangan yang paling besar itu yang setengah korupsi atau korupsi yang tersamar, seolah-olah legal tapi nyolong. Ini pintarnya orang pintar, repotnya orang pintar itu sering pintar nyolong. Aku heran juga gimana itu caranya,” ujarnya.

Menurut Prabowo, korupsi sistemik bisa membuat negara kehilangan triliunan rupiah setiap tahun. Ia mencontohkan penyelundupan timah ilegal di Bangka Belitung yang jumlahnya mencapai ribuan tambang.

“Tiap tahun diselundupkan 80 persen timah kita. Kita tutup dan penyelundupnya macam-macam, ada yang pakai kapal, ferry, sekarang tutup tidak bisa keluar, sampan pun tidak bisa keluar,” tegasnya.

Ia memperkirakan penutupan tambang ilegal itu mampu menyelamatkan Rp22 triliun pada empat bulan terakhir 2025 dan Rp45 triliun sepanjang 2026. (agr/nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

10:52
04:13
03:03
04:38
02:19
01:27

Viral