- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Menkeu Purbaya Yakin Rp200 Triliun di Himbara Bisa Dongkrak Kredit 10 Persen Jika…
Jakarta,tvOnenews.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini langkah pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan menjadi pengubah besar dalam persepsi publik terhadap kondisi fiskal nasional. Tak hanya itu, kebijakan ini juga dinilai mampu memacu pertumbuhan kredit perbankan hingga 10 persen dalam waktu dekat.
“Tiba-tiba mengubah image fiskal kita, tadinya dikira ‘nggak punya duit’, sekarang justru terlihat kebanyakan duit,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Menurutnya, penempatan dana jumbo itu bukan sekadar langkah teknis, melainkan strategi untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap kekuatan fiskal Indonesia. Dengan dana sebesar itu beredar di sistem perbankan nasional, likuiditas meningkat signifikan dan mendorong bank lebih leluasa menyalurkan kredit ke sektor riil.
Likuiditas Meningkat, Kredit Tumbuh
Purbaya menjelaskan, dari total Rp200 triliun yang ditempatkan di lima bank anggota Himbara, penyerapan likuiditas sudah mencapai Rp112,4 triliun atau 56 persen.
-
Bank Mandiri menyalurkan Rp40,6 triliun dari Rp55 triliun yang diterima.
-
BRI menyalurkan Rp33,9 triliun dari total Rp55 triliun.
-
BNI menyalurkan Rp27,6 triliun dari Rp55 triliun.
-
BTN menyalurkan Rp4,8 triliun dari Rp25 triliun.
-
BSI menyalurkan Rp5,5 triliun dari Rp10 triliun.
Kinerja penyaluran ini disebutnya menunjukkan bahwa dana pemerintah benar-benar bekerja di lapangan, memacu aktivitas ekonomi melalui peningkatan kredit, konsumsi, dan investasi.
Jika penyaluran tahap pertama ini masih belum cukup, Purbaya mengaku siap menambah alokasi dana serupa. “Untuk tahap pertama cukup, nanti kalau kurang saya tambah lagi,” katanya.
Dampak ke Pertumbuhan Ekonomi
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai kebijakan tersebut berpotensi memberikan dorongan tambahan terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 0,3–0,6 poin persentase, selama dana benar-benar tersalurkan ke sektor produktif.
“Kalau Rp200 triliun ini diarahkan ke sektor seperti manufaktur atau padat karya, dampaknya bisa sangat besar terhadap PDB. Tapi kalau tidak produktif, efeknya bisa lebih kecil,” ujar Josua.
Josua juga menilai langkah pemerintah ini dapat memperbaiki likuiditas bank yang sebelumnya ketat. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) di banyak bank Himbara tergolong tinggi, sehingga tambahan dana dari pemerintah bisa memperlonggar ruang gerak mereka dalam menyalurkan pembiayaan baru.