- PSSI
Setelah Dicopot Erick Thohir, Kemana Perginya Ratu Tisha? Ternyata Dia Ada di…
Jakarta, tvOnenews.com – Nama Ratu Tisha Destria kembali jadi sorotan publik usai desakan netizen yang ingin dirinya menggantikan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI. Gelombang dukungan itu muncul setelah kekalahan Timnas Indonesia dari Arab Saudi 2-3 pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (9/10/2025).
Di tengah kekecewaan publik terhadap performa Garuda dan keputusan kontroversial Erick Thohir mengganti Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert, satu nama mencuat sebagai harapan baru: Ratu Tisha.
Tagar dan seruan “Ratu Tisha for Ketum PSSI” ramai menghiasi media sosial. Banyak yang menilai, perempuan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memiliki rekam jejak profesional dan integritas tinggi di dunia sepak bola.
Lalu, ke mana sebenarnya Ratu Tisha sekarang? Apa kesibukannya setelah dicopot dari salah satu jabatan di PSSI?
Masih di PSSI, Tapi Bukan di Komite Teknis
Meski sempat dicopot oleh Erick Thohir dari jabatan Ketua Komite Teknis dan Pengembangan PSSI pada 16 September 2025, Ratu Tisha masih memegang posisi penting di organisasi tersebut. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II PSSI periode 2023–2027, posisi strategis yang membuatnya tetap terlibat langsung dalam pengambilan kebijakan besar sepak bola nasional.
Dengan jabatan itu, Ratu Tisha berperan dalam merancang arah kompetisi, hubungan internasional, dan pengembangan infrastruktur sepak bola Indonesia. Jadi, meski bukan figur utama di depan layar, pengaruhnya di balik layar masih sangat besar.
Selain di dalam negeri, Tisha juga menjabat sebagai Wakil Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) sejak 2019. Jabatan ini menempatkannya di level regional, menjalin jejaring dengan para pengambil keputusan sepak bola se-Asia Tenggara.
Aktivitas Ratu Tisha di Luar PSSI
Ratu Tisha juga dikenal aktif di media sosial, khususnya Instagram @ratu.tisha, tempat ia kerap berbagi aktivitas profesional dan momen bersama rekan-rekan internasionalnya.
Dalam unggahan terakhirnya pada 7 September 2025, ia menulis pesan menyentuh tentang kebersamaan alumni FIFA Master Programme, program bergengsi yang pernah diikutinya pada 2013–2014.
Program tersebut setara dengan jenjang S2 internasional, yang ia jalani di tiga kampus elite Eropa: SDA Bocconi (Italia), Université de Neuchâtel (Swiss), dan De Montfort University (Inggris). Latar belakang akademik inilah yang membentuk wawasan global Ratu Tisha dalam manajemen dan hukum olahraga.
Selain aktivitas di dunia sepak bola, Ratu Tisha juga tercatat sebagai Komisaris di klub Perserang Serang dan Komisaris Independen di Electronic City, menunjukkan karier profesional yang meluas hingga ke sektor korporasi.
Jejak Karier: Dari ITB ke FIFA hingga PSSI
Kecintaan Ratu Tisha pada sepak bola berawal dari masa SMA ketika ia menjadi manajer tim sekolahnya di SMA 8 Jakarta. Setelah lulus dari ITB jurusan matematika, ia sempat bekerja di industri minyak sebelum akhirnya mendapatkan beasiswa FIFA Master — langkah yang membuka pintu karier internasionalnya.
Sekembalinya ke Tanah Air, Ratu Tisha dipercaya memimpin Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, lalu menjadi Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan akhirnya ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI pada 2017.
Selama menjabat Sekjen, Ratu Tisha dikenal sebagai figur penting di balik perekrutan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia serta sukses membawa Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 (yang kemudian digelar 2023 karena pandemi).
Ratu Tisha, Harapan Baru Suporter
Kini, setelah badai kritik terhadap Erick Thohir dan kegagalan Timnas di Kualifikasi Piala Dunia, publik kembali melirik sosoknya. Dukungan “Ratu Tisha for Ketum PSSI” membanjiri kolom komentar media sosialnya.
“Bu, bisa gak sih Anda aja yang jadi Ketum PSSI?” tulis seorang netizen.
“The best, cocok banget jadi next Ketum PSSI,” tambah yang lain.
Terlepas dari ramainya dukungan itu, Ratu Tisha hingga kini belum memberikan komentar resmi soal desakan publik tersebut. Namun, dengan rekam jejak akademik dan profesional yang mumpuni, tak heran jika banyak yang menilai: Ratu Tisha masih menjadi sosok yang paling pantas memimpin sepak bola Indonesia suatu hari nanti. (nsp)