- Istimewa
Mengerikan, Viral di Media Sosial Pria di Padang Pariaman Nyaris Mati Saat Live TikTok, Penonton Dibuatnya Sampai Histeris
Jakarta, tvOnenews.com – Viral di media sosial detik-detik rekaman video seorang pria yang diketahui bernama fadli (30) berdomisili di Desa Lubuk Laung, Kabupaten Padang Pariaman nyaris mati saat live TikTok.
Peristiwa mengerikan itu turut diunggah akun instagram @selebgram_minaang yang memperlihatkan rekaman video pria nyaris tewas saat live TikTok pada Selasa (21/10/2025).
Pria berkepala pelontos itu dengan sadarnya berupaya mengakhiri hidupnya dengan meminum racun tikus saat live akun TikTok miliknya.
Sontak para pengikut akunnya yang mayoritas perempuan menangis histeris meminta pria tersebut untuk menghentikan aksi mengerikannya itu dengan konidisi mulutnya dipenuhi racun tikur berwarna biru muda.
Beruntung, terdapat dua orang pria yang berada didekat Fadli hingga aksi percobaan bunuh diri itu dapat dihentikan.
Dua pria tersebut dengan sigap memegang leher Fadli agar racuun tikus yang berada di mulut tak tertelah oleh pria berkepala plontos tersebut.
Polisi Bertindak
Lantas aksi nekat pria menccoba mengakhiri hidupnya di saat melangsungkan video live TikTok turut disrespons oleh Polsek Lubuk Alung.
Kapolsek Lubuk Alung, Iptu Riky Vrama Putra mengatakan pihaknya telah mendatangi kediaman dari pria nekat tersebut dan mendalami peristiwa yang terjadi.
Riky menyebut pria tersebut dapat diselamatkan dari aksi nekat bunuh dirinya oleh keluargnaya yang ada di lokasi.
“Korban melakukan percobaan bunuh diri saat live di TikTok tersebut. Korban selamat,” kata Riky kepada awak media, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Riky mengungkap peristiwa itu terjadi usai Fadli merasa difitnah oleh mantan kekasihnya.
Lantas Fadli tanpa berpikir panjang menccoba mnegakhiri hidupnya dengan meminum cairan racun tikus sembari siarang langsung TikTok.
“Benar, persoalan dipicu percintaan. Korban selamat,” ungkapnya.
Kini Fadli pun telah dalam pengawasan pihak keluarga akibat upaya percobaan bunuh dirinya. (raa)
Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa mengalami beban psikologis sebaiknya segera berkonsultasi ke layanan kesehatan psikologis/kejiwaan terdekat.