- dok.kolase tvOnenews.com /istimewa
Siswa SMAN 72 Jakarta Ungkap Tabiat Terduga Pelaku Selama di Sekolah: Selama Ini Dia...
Jakarta, tvOnenews.com — Ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) menyisakan duka dan trauma bagi puluhan korban.
Insiden yang terjadi saat sholat Jumat itu menyebabkan 61 korban luka-luka. Suasana yang semula tenang di tengah pelaksanaan salat Jumat berubah mencekam dalam hitungan detik. Para siswa berhamburan keluar menyelamatkan diri.
Kepanikan menyelimuti lingkungan SMAN 72 Jakarta saat tiga kali ledakan terdengar dari arah masjid sekolah pada Jumat (7/11/2025) siang.
Letusan pertama pertama terdengar ketika khotbah sedang berlangsung, disusul ledakan kedua yang diduga berasal dari arah berbeda.
Ledakan itu menyebabkan para korban mengalami beragam cedera, termasuk luka bakar dan luka akibat serpihan, sekaligus menyulut kepanikan dari warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Beberapa saat kemudian, petugas Kepolisian, termasuk unit Penjinak Bom (Jibom) dan tim lainnya dikerahkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi area dan olah tempat kejadian perkara (TKP) .
Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga merupakan salah satu siswa dari sekolah tersebut.
Siswa itu dikabarkan mengalami perundungan (bullying) yang diduga menjadi motif untuk melakukan aksi tersebut.
Di lokasi juga ditemukan benda yang mirip senjata airsoft gun dan revolver yang setelah pemeriksaan dipastikan bahwa senjata itu adalah mainan.
"Mungkin rekan-rekan sudah melihat foto seperti senjata api dan pistol, itu diyakini dipastikan adalah mainan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto.
Salah satu saksi mata berinisial A, siswi kelas X SMAN 72 Jakarta, mengaku mendengar ledakan berturut-turut hingga tiga kali. Ia menyebut, ledakan pertama sempat membuat banyak siswa kebingungan, sementara dua ledakan berikutnya membuat situasi benar-benar kacau.
“Di luar ada yang denger satu kali ledakan. Kalau saya sendiri dengar tiga ledakan, karena ledakan pertama di atas masih pada, ini apa nih, ledakan kedua kita turun ke bawah, ledakan ketiga kita evakuasi keluar dari area sekolah. Semua siswa keluar,” ujar A saat ditemui di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Ia mengaku tidak mengenal sosok yang disebut-sebut sebagai terduga pelaku ledakan berinisial, siswa kelas XII.