news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Polisi Temukan Dua Baterai Drone Diduga Picu Kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran.
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews.com

Jalur Evakuasi Hingga Keamanan Dipertanyakan, Terra Drone Angkat Bicara Usai 22 Oang Tewas dalam Tragedi Kebakaran

Pihak Terra Drone angkat bicara mengenai tidak ada jalur evakuasi di kantornya hingga menimbulkan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pada Selasa (9/12/2025) siang.
Kamis, 11 Desember 2025 - 06:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pihak Terra Drone angkat bicara mengenai tidak ada jalur evakuasi di kantornya hingga menimbulkan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pada Selasa (9/12/2025) siang.

Human Resource Business Partner Terra Drone, Umaidi Suhari mengatakan bahwa kantornya memiliki tangga sebagai akses untuk menyelamatkan diri.

Namun pada saat kejadian suasana di dalam kantor mengalami kekacauan saat api mulai membakar sebagian bagian.

"Mungkin teman-teman bisa lihat sendiri, keadaan ruko seperti apa, bisa juga disamakan dengan beberapa ruko lain, di dalamnya kami ada lift, kami juga ada tangga," katanya di RS Polri, Rabu (10/12/2025).

Umaidi mengungkapkan, kini pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari kepolisian. Jika sudah keluar akan disampaikan langsung kepada publik.

"Sekali lagi mohon doanya untuk teman-teman Terra Drone yang sudah mendahului kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Gedung Terra Drone tidak memiliki jalur evakuasi hingga tidak memiliki alat pemadam kebakaran yang memadai sehingga mengakibatkan puluhan korban meninggal dunia saat terjadi insiden Selasa (10/12/2025).

Hal ini dinyatakan Tito saat meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). Tito melihat di lantai satu yang diduga menjadi tempat munculnya api tidak terdapat jalur evakuasi.

“Karena kalau kita lihat, kebakaran ini terjadi di lantai 1 tanpa ada jalur evakuasi. Mungkin ada alat pemadam kebakaran tapi enggak sempat lagi. Saya enggak tahu apakah ada sprinkler di situ untuk memadamkan api. Yang jelas, gedung ini kalau terjadi kebakaran, apalagi di lantai 1, itu sangat berbahaya sekali karena tidak ada jalur evakuasi dan enggak ada alat pemadam kebakaran yang mencukupi,” kata Tito, kepada awak media.

Adapun insiden ini terjadi saat jam istirahat makan siang. Diketahui total karyawannya sekitar 80 orang. Namun karena sebagian sedang makan siang, yang tersisa dalam gedung yakni 41 orang dan terjebak karena tidak ada jalur untuk turun ke lantai dasar.

“41 orang, dan kemudian ada kebakaran, mereka terjebak. Terjebak karena untuk turun ke bawah tidak ada jalur ke bawah. Kebakaran ada di bawah, sehingga wafat 22 orang. 22 orang itu wafatnya saya tanya apakah terbakar atau karena apa? Rupanya bukan karena terbakar, tapi karena asap. Ya mungkin karbon monoksida atau zat beracun lainnya ya, yang terhisap. Kemudian yang 19 berhasil dievakuasi,” tegas Tito.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral