news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tangis UMKM Kalibata Usai Kiosnya Hangus Kena Amuk Massa Mata Elang: Kami Cuma Cari Nafkah.
Sumber :
  • Julio Trisaputra

Tangis UMKM Kalibata Usai Kiosnya Hangus Kena Amuk Massa Mata Elang: Kami Cuma Cari Nafkah

UMKM yang terdampak kericuhan di Kalibata yang membuat kios mereka terbakar merasa rugi dan sedih.
Jumat, 12 Desember 2025 - 12:26 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kericuhan yang pecah di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis malam, menyisakan luka mendalam bagi para pelaku UMKM di sekitar lokasi kejadian. Di balik angka kerusakan yang dilaporkan aparat—9 kios dan 6 motor hangus terbakar—tersimpan kisah pedagang kecil yang kehilangan tempat mencari nafkah hanya dalam hitungan menit.

Salah satu suara paling lantang datang dari Chef Henny Maria, pemilik Warung Steak Twogether, yang menjadi saksi sekaligus korban langsung amuk massa tersebut.

Semua Hangus. Kami Mulai dari Nol Lagi.

Chef Henny berdiri di depan dua kiosnya yang kini hanya menyisakan rangka besi menghitam. Ia tak hanya berbicara untuk dirinya sendiri, tetapi juga mewakili puluhan pelaku UMKM di area itu.

“Saya ada dua kios di sini dan mewakili para pedagang UMKM. Dua kios itu terbakar habis. Bentukannya masih ada, tapi dalamnya sudah hangus total. Tidak ada yang terselamatkan, hanya satu kulkas saja,” ujarnya dengan nada berat.

Sebagai anggota Indonesian Chef Association yang banyak mendampingi UMKM kuliner, Henny menegaskan bahwa para pedagang di Kalibata selama ini bertahan hidup dari usaha kecil mereka—yang kini rata dengan tanah.

“Semua barang hangus. Kami di sini hidup dari nol dan penuh perjuangan luar biasa. UMKM di sini sudah legend, sudah puluhan tahun.”

Kerusuhan Dipicu Cekcok Kecil, Berujung Pertumpahan Darah

Menurut penuturan Henny, kerusuhan bermula dari cekcok antara beberapa oknum terkait penarikan unit kendaraan. Kejadian itu kebetulan terjadi di sekitar warungnya.

“Ada segelintir oknum keributan soal penarikan unit. Mungkin oknumnya sedang makan di sini, lalu adu cekcok sampai terjadi pertumpahan darah,” katanya.

Pertumpahan darah itu menjadi pemicu kedatangan massa dalam jumlah besar. Situasi berubah drastis hanya dalam beberapa menit.

“Karena ada pertumpahan darah, pihak debt collector memanggil massa, sehingga terjadi kerusuhan. Kami yang sedang berjualan langsung tutup semua karena harus evakuasi.”

Kerusuhan terjadi dua kali, menurut Henny—pertama setelah magrib, kedua sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu para pedagang baru saja membuka kios setelah waktu salat.

“Kami takut karena api berkobar di mana-mana,” ujarnya.

Detik-Detik Kios UMKM Hangus Dibakar

Kobaran api yang muncul dari serangan massa merembet cepat ke kios-kios di sepanjang Jalan H. Mahmud Raya, Duren Tiga. Menurut data Gulkarmat Jakarta Selatan, api menghanguskan:

  • 9 kios

  • 6 motor

  • 1 mobil

Kerugian diperkirakan mencapai Rp273 juta.

Sebagian besar kios yang terbakar merupakan usaha rumahan yang menjadi tumpuan penghidupan keluarga.

Kami Tidak Tahu Kapan Harus Buka Lagi

Kini, para pelaku UMKM di Kalibata tidak hanya kehilangan stok dagangan, tetapi juga kehilangan tempat berjualan. Tidak ada kepastian kapan mereka bisa kembali berdiri.

“Kami tidak tahu kapan harus membuka kios lagi karena semua barang habis. Kami jadi korban dari segelintir oknum yang ribut, padahal kami sama sekali tidak terkait dengan mereka,” kata Henny.

Bagi mereka, yang paling menyakitkan bukan hanya kerugian materi, tetapi juga ketidakadilan.

“Ini kan tempat punya pemerintah. Kami berharap mendapatkan keringanan dan respons. Harapan kami sebagai UMKM mendapat perhatian positif, karena kami harus mulai lagi dari nol. Bebannya luar biasa, baik moral maupun material.”

Saat Konflik Kelompok Menghancurkan Nafkah Warga

Kerusuhan Kalibata bukan hanya catatan kriminal. Ini adalah tragedi sosial yang memperlihatkan betapa rentannya UMKM menjadi korban konflik yang tidak ada hubungannya dengan usaha mereka. Kelompok yang bertikai mungkin hanya memikirkan balas dendam, tetapi dampaknya menghantam puluhan pedagang kecil.

Polisi saat ini masih menyelidiki pelaku pengeroyokan dan massa yang membalas dengan pembakaran. Namun bagi para pedagang, yang terpenting adalah kejelasan masa depan.

Mereka berharap pemerintah hadir, memberikan perlindungan, solusi pemulihan, atau setidaknya pendampingan agar roda ekonomi kecil di Kalibata dapat berputar kembali.

Karena pada akhirnya, yang terbakar bukan hanya kios—tetapi juga harapan orang-orang yang bertahun-tahun berjuang membangun usaha dari nol. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:44
02:34
01:28
01:14
01:19
01:41

Viral