news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Menkeu Ungkap Faktor Kuat Dongkrak IHSG ke Level 10.000 pada 2026, Ekonomi Tumbuh Jadi Kunci

Menkeu Purbaya ungkap sentimen kuat yang menopang IHSG tembus 10.000 pada 2026, didukung ekonomi tumbuh 6 persen dan kebijakan fiskal-moneter sinkron.
Jumat, 2 Januari 2026 - 12:58 WIB
Reporter:
Editor :

Selain itu, sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) menjadi faktor strategis lain yang diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Koordinasi yang lebih erat antara otoritas fiskal dan moneter diharapkan menciptakan stabilitas makroekonomi yang lebih kuat.

“Harusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron kita dengan bank sentral, dengan yang lain-lain, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat. Itu akan melandasi pertumbuhan keuntungan perusahaan juga,” jelas Purbaya.

Ia menambahkan, peningkatan kinerja korporasi akan menjadi katalis penting bagi pasar saham. Dengan prospek laba yang membaik, minat investor terhadap saham-saham di BEI diyakini akan meningkat.

“Investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan,” kata Purbaya, menegaskan momentum positif yang sedang terbentuk di pasar modal Indonesia.

Optimisme tersebut tercermin dari pergerakan IHSG pada perdagangan awal tahun. Berdasarkan data BEI pada Jumat pukul 11.50 WIB, IHSG tercatat menguat 77,96 poin atau 0,90 persen ke level 8.724,90.

Aktivitas perdagangan saham juga terbilang aktif. Tercatat 1.808.057 kali transaksi dengan volume perdagangan mencapai 25,83 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp11,86 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 461 saham menguat, 219 saham melemah, dan 119 saham stagnan.

Penguatan IHSG di awal 2026 ini dinilai menjadi sinyal awal kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah. Dengan dukungan stabilitas makroekonomi, koordinasi kebijakan yang solid, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan, target IHSG menembus level 10.000 kian mendapat legitimasi dari para pemangku kepentingan.

Ke depan, pasar akan terus mencermati konsistensi kebijakan fiskal dan moneter, serta respons pemerintah terhadap dinamika global, sebagai faktor penentu apakah optimisme tersebut dapat benar-benar terwujud sepanjang 2026. (ant/nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral