news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI, Prabowo Subianto..
Sumber :
  • Dokumentasi BPMI Sekretariat Presiden

Prabowo Restui Satgas Kuala, Operasi Besar Keruk Sungai dan Olah Air Berlumpur Jadi Layak Konsumsi

Presiden RI, Prabowo Subianto, menyetujui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang diusulkan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk menangani pendangkalan sungai dan krisis air bersih di wilayah terdampak bencana.
Jumat, 2 Januari 2026 - 17:37 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, menyetujui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang diusulkan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk menangani pendangkalan sungai dan krisis air bersih di wilayah terdampak bencana.

Satgas ini disiapkan sebagai operasi berskala besar dengan fokus utama pengerukan sungai-sungai dangkal serta pengolahan air berlumpur menjadi air layak konsumsi.

Persetujuan tersebut diberikan Prabowo dalam rapat terbatas di lokasi hunian sementara yang dibangun Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026).

Dalam rapat itu, Sjafrie memaparkan strategi pengerukan sungai-sungai yang bermuara ke laut guna mengangkat timbunan lumpur akibat bencana.

Sjafrie menjelaskan, pendangkalan sungai bukan hanya menghambat aliran air, tetapi juga menyulitkan distribusi alat berat ke wilayah daratan terdampak. Karena itu, pengerukan dari arah laut dinilai lebih efektif.

“Ada pemikiran dari kami dengan TNI bahwa Sungai Tamiang, sebagai satu contoh, yang sekarang mengalami pendangkalan. Sungai Tamiang itu bisa bermuara, bisa berasal dari laut,” ucap Sjafrie mengusulkan, dikutip Selasa (2/1/2026).

Ia menegaskan, pengerukan dilakukan dengan dua tujuan sekaligus, yakni pendalaman sungai dan mobilisasi alat berat agar bisa langsung masuk ke titik-titik terdampak tanpa harus melalui jalur darat.

“Kita lakukan dua kegiatan sekaligus, satu adalah pendalaman, satu yang membawa alat berat, sehingga dia bisa masuk sampai ke (dekat daratan), sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya. Ini upaya besar yang harus kita kerjakan,” kata Sjafrie kepada Prabowo.

Sjafrie mengungkapkan, rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Operasi serupa juga akan dilakukan di wilayah lain di Aceh.

“Tidak hanya di Tamiang, tetapi di Bireuen juga harus kita kerjakan. Jadi, di Aceh kita lakukan itu. Kita lihat lagi, kalau ada di Sibolga, umpamanya. Jadi, dari laut kita sudah lakukan pendalaman sampai ke sungai sehingga kapal tidak perlu lagi taruh alat berat digendong pakai jalur darat, tetapi dia langsung ke titik terdekat,” ujar Sjafrie.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Presiden Prabowo. Ia menyebut, normalisasi kuala atau muara sungai juga telah disampaikan oleh sejumlah kepala daerah dan dinilai sebagai langkah mendesak.

“Kita bongkar itu ya. Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama gubernur-gubernur ya. Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering, mungkin dari (BUMN) karya, dari PU (Pekerjaan Umum), dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu, dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work. Ini kan engineering work skala besar ya,” kata Prabowo.

Dalam rapat yang sama, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, turut menyampaikan usulan pemanfaatan alat pengerukan milik penambang di Bangka Belitung yang dikenal memiliki daya sedot tinggi.

“Itu daya sedotnya luar biasa, mereka cepat sekali, Pak,” kata Tito.

Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengerukan kuala sebagai operasi besar nasional, termasuk dari sisi pendanaan.

“Sudahlah! Kita bikin operasi besar saja. This is a big… big engineering operation. Saya sangat setuju. Ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan agar jajarannya tidak ragu soal anggaran. Ia menyatakan siap menambah biaya jika diperlukan demi keberhasilan operasi tersebut.

“Tadinya diajukan Rp51 triliun sekian, saya commit Rp60 triliun. Berapa pun yang kita butuhkan. Saya kira dengan upaya nanti dredging kuala-kuala itu akan keluar uang lagi. Nggak ada masalah,” tegasnya.

Setelah mendapat restu Presiden, Sjafrie melaporkan bahwa Satgas Kuala telah resmi dibentuk dan akan segera bergerak. Satgas ini terdiri dari dua komposisi utama, yakni tim pendalaman kuala dan tim pemanfaatan air.

“Hari ini sudah kita bentuk Satgas Kuala. Satgas Kuala ini terdiri dari dua komposisi, satu komposisi untuk pendalaman kuala, dan satu komposisi untuk pemanfaatan air yang ada di kuala. Di dua komposisi kapal ini, akan kita naikkan water treatment system sehingga air yang ada di kuala kita ambil, kita olah, sehingga menjadi air jernih,” jelas Sjafrie.

Ia memastikan, Satgas Kuala akan mulai beroperasi dalam dua pekan ke depan dengan sasaran awal Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Operasi ini diharapkan menjadi tonggak percepatan pemulihan lingkungan, infrastruktur, dan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. (agr/dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral