- Antara
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Pegunungan di Sumut, Banjir dan Longsor Mengintai Akhir Pekan
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk mewaspadai potensi hujan di wilayah pegunungan yang dapat memicu banjir dan longsor pada Sabtu (10/1). Peringatan ini disampaikan menyusul prakiraan hujan ringan hingga sedang yang berpotensi terjadi dalam durasi cukup lama di sejumlah kawasan.
Prakirawan BMKG Wilayah I, Budi Hutaosit, menjelaskan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berlangsung lama berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi, terutama di daerah rawan seperti kawasan pegunungan, lereng, dan wilayah pesisir. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi hampir merata di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
“Waspadai hujan ringan hingga sedang yang terjadi dalam waktu lama di kawasan pegunungan, pantai timur, lereng timur, lereng barat, dan pantai barat Sumatera Utara. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir dan longsor,” ujar Budi di Medan, Jumat (9/1).
Prakiraan Cuaca Sumatera Utara
BMKG memaparkan, pada Sabtu pagi, cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain:
-
Asahan
-
Batubara
-
Deli Serdang
-
Kepulauan Nias
-
Labuhanbatu
-
Labuhanbatu Utara
-
Padangsidimpuan
-
Mandailing Natal
-
Padang Lawas
-
Padang Lawas Utara
-
Serdang Bedagai
-
Tapanuli Selatan
-
Tapanuli Tengah
-
Tapanuli Utara
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi kembali terjadi, terutama di kawasan Tapanuli Utara dan sekitarnya. Sementara itu, pada malam hari, hujan ringan diperkirakan turun hampir merata di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Adapun pada dini hari, cuaca umumnya berawan, namun masih berpotensi hujan ringan di wilayah Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Tapanuli Selatan.
Kondisi Suhu dan Angin
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 13 hingga 32 derajat Celsius. Kelembaban udara berada pada rentang 68 hingga 98 persen, dengan angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya berkecepatan sekitar 3 hingga 8 kilometer per jam.
Kondisi atmosfer tersebut dinilai mendukung terbentuknya awan hujan, khususnya di wilayah dengan topografi pegunungan dan perbukitan yang rentan terhadap limpasan air hujan.
Dampak Siklon Tropis Jenna
Selain faktor lokal, BMKG juga menyoroti pengaruh Siklon Tropis Jenna yang terpantau berada di Samudera Hindia barat daya Banten. Keberadaan siklon ini turut memicu peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia, termasuk wilayah Sumatera Utara.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah, menjelaskan pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 8 hingga 30 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6 hingga 25 knot.
Gelombang Laut Capai 2,5 Meter
BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatera Utara. Wilayah perairan yang berpotensi terdampak gelombang tinggi meliputi:
-
Perairan barat Kepulauan Nias
-
Perairan barat Kepulauan Batu
-
Perairan timur Sumatera Utara
-
Perairan Kepulauan Batu
-
Samudera Hindia barat Kepulauan Nias
Kondisi ini dinilai berbahaya bagi aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan dan kapal berukuran kecil.
Imbauan kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga di kawasan pegunungan dan lereng diharapkan memantau kondisi lingkungan sekitar serta mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG.
Selain itu, nelayan dan pelaku aktivitas kelautan diminta menunda pelayaran jika kondisi gelombang tinggi berpotensi membahayakan keselamatan. Pemerintah daerah dan aparat terkait juga diharapkan bersiaga guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak guna meminimalkan risiko bencana dan dampak yang ditimbulkan. (nsp)