news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Basarnas Evakuasi WNA Ceko Cedera Diterjang Ombak di Pantai Kelingking Nusa Penida.
Sumber :
  • Antara

Basarnas Evakuasi WNA Ceko Cedera Diterjang Ombak di Pantai Kelingking Nusa Penida

Basarnas Bali evakuasi WNA Ceko cedera diterjang ombak di Pantai Kelingking Nusa Penida, korban alami dislokasi pinggul dan dibawa ke rumah sakit.
Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:50 WIB
Reporter:
Editor :

Denpasar, tvOnenews.com — Tim SAR Basarnas Bali mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Republik Ceko yang mengalami cedera saat berkunjung ke Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Insiden tersebut terjadi setelah korban diterjang ombak besar ketika berada di pesisir pantai yang dikenal dengan medan terjal dan akses ekstrem itu.

Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara, mengatakan korban bernama Martelo Romano (50). Berdasarkan informasi yang diterima petugas, peristiwa bermula saat korban berjalan di pinggir Pantai Kelingking. Tanpa diduga, ombak besar datang dan menghantam korban hingga terjatuh.

“Korban sempat kesulitan berdiri setelah diterjang ombak. Kondisi lokasi yang berada di bawah tebing juga menyulitkan evakuasi awal,” ujar Cakra Negara dalam keterangan resmi di Denpasar, Jumat (10/1/2026).

Basarnas Bali menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 15.40 Wita. Menindaklanjuti laporan itu, sebanyak empat personel Unit Siaga SAR Nusa Penida segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi.

Menurut Cakra, salah satu tantangan utama dalam operasi penyelamatan ini adalah akses menuju Pantai Kelingking yang harus melalui ratusan anak tangga dengan ketinggian tebing mencapai sekitar 170 meter. Kondisi tersebut membuat proses membawa korban ke atas tebing membutuhkan tenaga ekstra dan koordinasi yang matang.

“Tim di lapangan melaporkan kesulitan membawa korban naik melalui anak tangga karena medan yang curam dan panjang,” katanya.

Sekitar pukul 16.45 Wita, tim Basarnas Bali tiba di kawasan Pantai Kelingking. Setelah melakukan koordinasi dengan unsur SAR lainnya, tim kemudian turun menuju pesisir pantai untuk mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.

Selama proses evakuasi berlangsung, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Hujan ringan mengguyur kawasan Pantai Kelingking, membuat jalur tangga kayu dan bebatuan menjadi licin. Tim SAR gabungan harus bekerja ekstra hati-hati demi keselamatan korban maupun petugas.

“Medannya cukup ekstrem. Dari atas tebing ke pantai membutuhkan tenaga dan kewaspadaan tinggi, apalagi saat hujan,” ujar Cakra.

Meski menghadapi berbagai kendala, proses evakuasi akhirnya berhasil dilaksanakan sekitar pukul 17.35 Wita. Korban berhasil dibawa ke atas tebing dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans yang telah disiagakan di lokasi.

Ambulans dari Klinik Griya Medika Nusa Penida kemudian membawa korban ke Klinik Griya Penida untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Berdasarkan keterangan awal dari tenaga medis, korban mengalami dislokasi pada bagian pinggul akibat benturan saat terjatuh.

“Setelah sampai di atas, ambulans sudah siap dan korban langsung dibawa ke klinik. Dari pemeriksaan awal, korban mengalami dislokasi pinggul,” jelas Cakra Negara.

Proses evakuasi WNA tersebut melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan. Selain Basarnas Bali, operasi penyelamatan juga dibantu oleh personel Polsek Nusa Penida, Balawista Pantai Kelingking Nusa Penida, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung, tim medis Klinik Griya Penida, serta masyarakat setempat dan rekan korban.

Cakra Negara mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga evakuasi dapat berjalan lancar meski menghadapi medan berat dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Ia juga mengimbau wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, khususnya pantai dengan karakter ombak besar dan akses ekstrem seperti Pantai Kelingking.

Pantai Kelingking sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Nusa Penida yang dikenal dengan panorama tebing tinggi dan laut lepas. Namun, di balik keindahannya, kawasan ini juga menyimpan potensi bahaya, terutama bagi wisatawan yang kurang waspada terhadap kondisi ombak dan medan.

Basarnas Bali mengingatkan wisatawan untuk selalu mematuhi rambu keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca dan ombak, serta menghindari aktivitas terlalu dekat dengan garis pantai saat gelombang tinggi. Koordinasi dengan petugas setempat juga dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Dengan keberhasilan evakuasi ini, Basarnas Bali kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan SAR secara cepat dan profesional, khususnya di wilayah Bali yang menjadi salah satu destinasi wisata internasional dengan tingkat kunjungan WNA yang tinggi. (ant/nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral