- Antara
Ultimatum Dedi Mulyadi kepada Proyek-Proyek di Jabar, Tak akan Dibayar Jika Kualitas Pekerjaannya Buruk
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan ultimatum kepada seluruh proyek di Jabar yang saat ini sedang dilakukan pembangunan.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menegaskan, jika hasil pekerjaan proyek dinilai buruk maka pemerintah daerah tidak akan memberikan pembayaran penuh kepada kontraktor.
Dedi pun mengingatkan agar para kontraktor mengerjakan proyek dengan baik dan menghasilkan pekerjaan yang memuaskan.
Pemprov Jawa Barat menegaskan, bahwa kas Rp621 miliar tersedia untuk melunasi pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung.
Namun, pembayarannya akan dilakukan setelah audit dilakukan dan hasil pekerjaan dinilai baik.
"Dengan begitu, akan diketahui kualitas pekerjaan itu termasuk sangat baik, baik, atau kurang baik," tegas Dedi, dalam keterangannya, dikutip Senin (12/1/2026).
Ia juga menegaskan, tidak akan memberikan toleransi terhadap pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi.
Adapun Rp621 miliar untuk melunasi biaya pembangunan di Jabar itu berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan setoran pajak kendaraan bermotor harian.
Lebih lanjut, Dedi mengajak agar warga Jawa Barat aktif melaporkan jika menemukan kualitas proyek yang tidak sesuai spesifikasi.
Media sosial pemerintah terbuka menerima saran dan masukan dari masyarakat sehingga kontrol kualitas pembangunan lebih transparan.
"Masyarakat Jawa Barat silakan untuk menyampaikan kritik dan saran melalui media sosial mengenai pekerjaan pembangunan. (ant/iwh)