- Tim Tvone/ Ilham Zulfikar
Mengenal Fase Bulan Baru 19 Januari 2026, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum Air Laut Potensi Banjir Rob di Pesisir
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengabarkan fenomena astronomi fase bulan baru memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada Senin, 19 Januari 2026.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo menyampaikan, potensi banjir pesisir dampak fase bulan baru dari hasil pantauan data ketinggian air (water level) dan prediksi pasang surut.
"Potensi banjir pesisir secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir," katanya dalam keterangan resminya dikutip, Rabu (14/1/2026).
Sejumlah wilayah pesisir yang potensi terdampak banjir rob akibat fenomena fase bulan baru meliputi di beberapa Provinsi Indonesia, antara lain:
- Pesisir Sumatera Utara
- Pesisir Kepulauan Riau
- Pesisir Sumatera Barat
- Pesisir Jambi
- Pesisir Kepulauan Bangka Belitung
- Pesisir Banten
- Pesisir Jakarta
- Pesisir Jawa Barat
- Pesisir Jawa Tengah
- Pesisir Jawa Timur
- Pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Pesisir Kalimantan Timur
- Pesisir Kalimantan Selatan
- Pesisir Kalimantan Tengah
- Pesisir Kalimantan Barat.
- Julio Trisaputra-tvOne
Eko mengatakan, aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, potensi mengalami gangguan akibat peningkatan air laut, di antaranya aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman area pesisir, hingga aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Ia memberikan imbauan kepada masyarakat tetap mewaspadai dan bersiaga terutama di area pelabuhan maupun pesisir pantai memiliki elevasi rendah. Hal itu sebagai bentuk antisipasi dari pasang air laut secara maksimum.
Mengenal Fase Bulan Baru atau New Moon
Dalam dunia astronomi, fenomena fase bulan baru dikenal sebagai fase new moon. Di momen tersebut, bulan tidak memberikan penerangan cahaya sehingga tampak terlihat gelap sama sekali.
Mengacu dari Inti Materi IPA SMP/MTs Kelas 7, 8, 9 dari Tim Maestro Genta (2020: 184), fase bulan baru adalah di mana bulan berada di garis lurus antara matahari dan bumi.
Dilansir dari Observatorium Bosscha ITB, fenomena astronomi ini memiliki nama lain sebagai fase bulan pertama dari empat fase utama, antara lain bulan baru, kuartal pertama, bulan purnama, dan kuartal ketiga.
Bulan akan menunjukkan perubahan bentuk saat terjadinya revolusi. Perubahan tersebut lantaran matahari dan bulan membentuk sudut saat bulan melakukan revolusi atau mengelilingi bumi.
Karena itu, sisi bulan yang menghadap ke bagian bumi terlihat gelap sama sekali. Sementara, sisi bulan mengarah ke bagian matahari tetap terlihat terang.
Merujuk dari Oseanografi karya Widya Prasikeslan, bulan baru menunjukkan posisinya sebagai penghalang cahaya matahari saat menyinari bumi. Tak ayal, bulan tidak akan terlihat karena sebagiannya tidak terkena pancaran sinar matahari.
Dari fenomena ini, bulan baru dikenal bulan hitam atau bulan mati. Fenomena astronomi tersebut juga menyebabkan adanya gerhana matahari walaupun tidak terlalu berdampak secara signifikan.
Sementara, periodik fase bulan baru diperkirakan selalu terjadi di setiap bulannya atau sekitar 29,5 hari. Walau tidak mempengaruhi cuara di bumi, namun fenomena ini sangat berdampak pada pasang-surut air laut, baik di pelabuhan maupun pesisir.
Kenapa Fase Bulan Baru Potensi Banjir Rob atau Pesisir?
Berdasarkan keterangan dari BMKG, fase bulan baru berpotensi adanya pasang maksimum di wilayah pesisir akibat penguatan dari gaya tarik gravitasi bulan dan matahari.
Pasang air laut secara maksimum akan menunjukkan adanya peningkatan pada ketinggian permukaan air laut. Akibatnya, air rob akan meluap ke daratan memicunya adanya banjir rob.
Akan tetapi, dampak banjir rob di setiap daerah memiliki perbedaan masing-masing. BMKG mengatakan, hal itu dipengaruhi oleh topografi pantai, cuaca regional, serta pasang-surut lokal.
BMKG mengimbau agar masyarakat tetap memantau peringatan resmi dari BMKG. Tujuannya untuk mengurangi atauu menghindari risiko dari banjir rob.
Laman BMKG yang memberikan informasi resmi terkait banjir rob di pesisir pantai atau pelabuhan, bisa melalui maritim.bmkg.go.id, media sosial Instagram dan X resmi @BMKGmaritim, serta call center BMKG di nomor 196 atau 021-6546315/18.
(hap)