- BPMI Istana Negara
Prabowo Siapkan 10 Kampus Baru, Sejumlah Fokus Pendidikan Kedokteran dan Kerja Sama Luar Negeri
Prabowo Kunjungi Inggris Jajaki Kerja Sama Kampus Riset
Dalam konteks diplomasi pendidikan tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan kunjungan ke Inggris pada pekan depan. Salah satu agenda utamanya adalah menjajaki kerja sama dengan Russell Group Universities, konsorsium universitas riset terkemuka di Inggris yang dikenal memiliki reputasi global dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Minggu depan Bapak Presiden akan ke UK, disampaikan juga oleh Bapak Presiden. Kebetulan saya juga secara langsung mempersiapkan dengan Russell Group Universities,” kata Stella.
Kerja sama dengan universitas-universitas papan atas dunia diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu riset nasional, khususnya di bidang sains, teknologi, dan kesehatan. Selain itu, kolaborasi ini juga dinilai mampu memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring pendidikan global.
Dorong Daya Saing Pendidikan Tinggi Nasional
Pembangunan 10 kampus baru ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintahan Prabowo dalam memperkuat sektor pendidikan tinggi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul. Dengan fokus pada bidang strategis seperti kedokteran, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam negeri, tetapi juga meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global.
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi masyarakat di daerah yang selama ini belum memiliki fasilitas kampus berkualitas di wilayahnya.
Meski belum diumumkan secara rinci mengenai lokasi, anggaran, maupun waktu pelaksanaan, pemerintah memastikan rencana pembangunan kampus baru ini akan dirancang secara bertahap dan terukur. Koordinasi lintas kementerian serta kerja sama dengan mitra internasional akan menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Dengan rencana pembangunan 10 kampus baru yang sebagian fokus di bidang medis, pemerintahan Prabowo diharapkan mampu menjawab tantangan kekurangan tenaga kesehatan sekaligus memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional dalam jangka panjang. (agr/nsp)