- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @slametviabambangan
Bukan Cuma Kirim Foto dan Ceritakan Suasana di Gunung Slamet, Syafiq Ali Juga Sempat Bicara soal Rencana Pulang Minggu Sore ke Keluarga
Jakarta, tvOnenews.com - Bukan cuma mengirimkan foto dan menceritakan suasana di Gunung Slamet, ternyata Syafiq Ali juga sempat membicarakan soal rencana pulang pada Minggu sore ke keluarga.
Hal ini diungkapkan Naufal Hisyam (24) kakak Syafiq. Naufal mengatakan Syafiq pergi mendaki gunung bersama Himawan.
Syafiq dan Himawan berteman baik sejak masih duduk di bangku SMP hingga SMA.
Pada tanggal 27 Desember 2025, Syafiq meminta izin untuk mendaki Gunung Sumbing. Namun, nyatanya Syafiq mendaki Gunung Slamet.
"Waktu itu (27 Desember 2025) bilangnya mau pergi ke Gunung Sumbing awalnya. Terus ternyata tiba-tiba di Gunung Slamet. Ngefotoin ada di basecamp Gunung Slamet itu," kata dia, Jumat (2/1/2026).
Naufal menyebut saat itu keluarganya terkejut karena mengetahui gunung yang didaki Syafiq dan temannya bukanlah Gunung Sumbing, melainkan Gunung Slamet.
"Terus ibu saya kan sebenarnya agak kaget kok bisa-bisanya sampai di Gunung Slamet. Terus ya sudah ibu saya iyain aja karena sudah terlanjur sampai di sana,” sambungnya.
Nasi sudah menjadi bubur, karena sudah sampai di basecamp itu, pihak keluarga akhirnya mengizinkan.
Percakapan Syafiq dengan keluarganya pun berlanjut. Kali ini, Syafiq membicarakan soal suasana di sana saat ditanya oleh ibunya.
“Terus ditanya sama ibu saya naik ke atas jam berapa. Katanya jam 11 malam. Terus ramai enggak? Katanya ramai, bareng-bareng, ada yang lainnya," ujarnya.
Saat masih berkomunikasi, Syafiq sempat ditanya oleh ibunya perihal rencana kepulangannya dari gunung.
Saat itu Syafiq mengatakan kepada ibunya bahwa rencananya dia dan Himawan akan pulang tanggal 28 Desember 2025.
Naufal menyebut Syafiq memang tidak berencana untuk camping.
Dengan kata lain, Syafiq dan Himawan berangkat tanggal 27 Desember 2025 dan seharusnya sudah kembali pulang tanggal 28 Desember 2025.
"Terus ditanya pulangnya kapan? Katanya Minggu sore. Itu kan berangkatnya hari Sabtu tanggal 27. Harusnya kan pulangnya tanggal 28 gitu. Soalnya adik saya posisinya tektok bukan nge-camp. Terus ditungguin sampai Minggu kok enggak ada kabar," ungkapnya.
Hingga tanggal 28 Desember 2025, sambung dia, keluarga belum mendapatkan kabar apapun dari Syafiq.
Setelah itu, pihak keluarga terus menghubungi Syafiq melalui pesan WhatsApp. Namun, hasilnya nihil.
Pada akhirnya pencarian dilakukan. Syafiq baru ditemukan pada Rabu (14/1/2026) atau di hari ke-17 pencarian.
Sementara itu, Himawan lebih dulu ditemukan dengan kondisi selamat pada tanggal 30 Desember 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui kaki Himawan merasakan kram saat pendakian.
Syafiq berinisiatif untuk mencari pertolongan. Di saat itulah keduanya terpisah dan dikabarkan hilang. (nsi)