- Antara
Hanya 5 Menit Hujan Deras, Puluhan Rumah di Banyumas Jateng Luluh Lantak Diterjang Puting Beliung
Jakarta, tvOnenews.com - Bencana angin puting beliung dilaporkan menerjang Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat (16/1) sore sekitar pukul 17.15 WIB.
Akibatnya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah setelah wilayah tersebut diguyur cuaca ekstrem.
Camat Sumbang, Hermawan Novianto, menjelaskan bahwa pusaran angin kencang tersebut muncul sesaat setelah hujan deras melanda selama kurang lebih lima menit.
Dampak terparah dirasakan oleh warga yang tinggal di wilayah RW 03 dan RT 07 RW 05.
“Puting beliung melanda wilayah RW 03 Kotayasa dan sekitarnya. Saat ini kami bersama pemerintah desa masih melakukan pendataan dampak kerusakan,” ungkap Hermawan.
Berdasarkan laporan pendataan sementara, tercatat ada 55 unit rumah yang terdampak. Di wilayah RW 03, sebanyak 46 rumah yang tersebar di enam RT mengalami kerusakan, bahkan tiga di antaranya dilaporkan roboh total.
Sementara itu, sembilan rumah lainnya di RT 07 RW 05 juga mengalami kerusakan berat.
Sebagian besar kerusakan rumah lainnya berupa atap yang ambruk atau lembaran seng yang terlepas terbawa angin.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Banyumas, Basarnas, PMI, unsur TNI-Polri, hingga Pramuka Peduli langsung terjun ke lokasi sejak Jumat malam untuk melakukan asesmen.
“Kerugian material masih dalam tahap pendataan, termasuk klasifikasi kerusakan ringan hingga berat, dan korban jiwa nihil,” tegas Hermawan.
Langkah penanganan darurat dan perbaikan rencananya akan mulai dilaksanakan pada Sabtu (17/1) pagi, diawali dengan asesmen lanjutan dari pihak BPBD.
Untuk saat ini, warga yang rumahnya tidak bisa ditempati terpaksa mengungsi sementara ke kediaman kerabat atau tetangga terdekat.
Pemerintah setempat juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai.
“Kami mengimbau masyarakat di wilayah Desa Kotayasa dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya. (ant/dpi)