news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Agus Saputra guru di SMK Negeri 3 SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi yang dikeroyok siswanya..
Sumber :
  • Tangkapan Layar tvOne

Kasus Pengeroyokan Guru oleh Siswa di Jambi Viral, Polisi Turun Tangan dan Buka Penyelidikan

Kasus guru SMK dikeroyok siswa di Jambi viral. Polda Jambi menegaskan sekolah harus jadi ruang aman dan bebas kekerasan.
Sabtu, 17 Januari 2026 - 14:29 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.comPolda Jambi menegaskan tidak boleh ada lagi praktik kekerasan di lingkungan sekolah, menyusul viralnya kasus pengeroyokan terhadap seorang guru oleh siswa SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi. Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menekankan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah dalam menjalankan proses belajar-mengajar.

Menurut Erlan, segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis, termasuk perundungan, tidak dapat ditoleransi karena berpotensi menimbulkan trauma serta menghambat tumbuh kembang peserta didik.

“Sekolah bukan tempat untuk menimbulkan rasa takut, melainkan ruang yang aman, nyaman, dan melindungi setiap peserta didik. Tanamkan nilai hormat, patuh, dan santun melalui perkataan serta perbuatan,” ujar Erlan Munaji, Sabtu (17/1/2026).

Ia menambahkan, insiden di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur menjadi pengingat bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, hingga perundungan.

“Dampak yang ditimbulkan pun tidak ringan karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, prestasi belajar, serta masa depan peserta didik,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Polda Jambi mengajak pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan memperkuat sinergi dalam mencegah terjadinya kekerasan di satuan pendidikan.

“Polri bersama pemerintah daerah akan terus berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan,” tegas Erlan.

Sebelumnya, seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur bernama Agus Saputra menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswanya di lingkungan sekolah. Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial dan menuai kecaman publik.

Polres Tanjung Jabung Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi turut menangani konflik antara guru dan siswa tersebut. Aparat kepolisian bersama Dinas Pendidikan mengupayakan penyelesaian melalui jalur mediasi.

Mediasi digelar di ruang majelis guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur dan dihadiri unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, serta perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Kamis (15/1/2026).

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral