- Wawan Setyawan/tvOne
KNKT Ungkap Pesawat ATR 42-500 Tak Sengaja Tabrak Gunung dengan Keras hingga Hancur
Maros, tvOnenews.com - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan badan dan ekor pesawat diduga milik Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 yang hilang kontak di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Setelah penemuan tersebut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut jika ATR 42-500 pesawat menabrak Gunung Bulusaraung.
Kepala KNKT Soerjanto Tjanjono menyebut pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport mengalami Controlled Flight Into Terrain (CFIT) sehingga menabrak Gunung Bulusaraung. Olehnya itu, ditemukan serpihan dan pecahan badan pesawat.
"Kita namakan controlled flight into terrain (CFIT). Jadi memang pesawat menabrak bukit atau lereng gunung, sehingga terjadi beberapa pecahan atau serpihan pesawat akibat terjadinya benturan," ujarnya kepada wartawan di Media Centre Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (18/1/2025).
Soerjanto menyebut pesawat IAT ATR 42-500 menabrak gunung bukan karena kesengajaan.
Apalagi, pesawat masih bisa dikontrol oleh sang pilot.
"Pesawatnya masih bisa dikontrol oleh pilotnya, tapi menabrak. Tapi bukan sengaja menabrak (lereng gunung)," tuturnya.
Meski demikian, KNKT belum bisa memastikan penyebab pesawat menabrak lereng gunung.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.
"Itu yang akan dicari tahu. Yang jelas dipastikan ini menabrak bukit dengan kondisi yang ada," tambahnya.
Seorang Korban Ditemukan
Seorang korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ditemukan.
Belum diketahui kondisi korban seperti apa, kini tengah dievakuasi dari lereng gunung.
"Hari ini ada kabar gembira, tim kita selain berhasil mengevakuasi beberapa puing pesawat, rupanya tadi sudah ditemukan satu korban," ujar Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko kepada wartawan di Posko Tim SAR di Desa Tompobulu, Balocci, Pangkep, Minggu (18/1/2026). (ans/muu)