- Antara
Viral 'Pak Ogah' Meresahkan di Exit Tol Rawa Buaya, Pemkot Jakbar Turunkan Pasukan
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengambil langkah tegas untuk membersihkan kawasan pintu keluar (exit) Tol Rawa Buaya, Jalan Abdul Wahab, Duri Kosambi, dari praktik pengatur lalu lintas liar atau yang akrab disapa "Pak Ogah".
Personel dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) dikerahkan untuk bersiaga di lokasi yang belakangan ini menjadi sorotan.
Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Harry Purnama, menjelaskan bahwa pengerahan petugas ini merupakan respons cepat setelah munculnya video viral yang memperlihatkan aksi "Pak Ogah" di off ramp exit Tol Rawa Buaya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Sudinhub Jakbar untuk mengerahkan personel di exit Tol Rawa Buaya. Mereka akan berjaga pada Senin (19/1), mulai pukul 06.00 - 11.00 WIB," tegas Harry saat memberikan keterangan resmi di Jakarta, Minggu (18/1).
Tak hanya berjaga di satu titik, tim gabungan yang terdiri dari Dishub, kepolisian, hingga aparatur Kelurahan Duri Kosambi juga akan melakukan patroli rutin di sekitar perempatan Cengkareng setiap pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Menurut Harry, pengawasan ketat ini bertujuan untuk menjaga ketertiban umum di wilayah tersebut.
"Patroli ini untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum (Trantibum), sterilisasi bahu jalan, termasuk mencegah jukir liar masuk exit Tol Rawa Buaya," jelasnya.
Sebagai langkah preventif tambahan, pihak Kelurahan Duri Kosambi juga telah memasang spanduk peringatan keras di area putaran exit tol agar tidak ada lagi juru parkir liar yang berani beroperasi.
Ketegasan Pemkot Jakbar sebenarnya sudah dimulai sejak Rabu (14/1) sore lalu. Dalam sebuah operasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) besar-besaran, petugas gabungan dari Satpol PP, Dishub, Dinas Sosial, TNI, dan Polri berhasil mengamankan 10 orang "Pak Ogah".
Menariknya, empat orang di antaranya adalah sosok yang sempat terekam kamera netizen saat melakukan pungli di lokasi tersebut.
Seluruh pelaku yang terjaring kini telah dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk menjalani pembinaan agar tidak kembali turun ke jalan dan meresahkan masyarakat. (ant/dpi)