news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris (tengah).
Sumber :
  • ANTARA

Dua Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat ATR Mulai Jalani Tes Ante Mortem untuk Kecocokan DNA

Satu persatu keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) mulai memastikan kecocokan DNA dengan korban bila mana nantinya ditemukan jenazahnya serta memudahkan identifikasi oleh tim DVI.
Senin, 19 Januari 2026 - 06:30 WIB
Reporter:
Editor :

Makassar, tvOnenews.com-Satu persatu keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) mulai memastikan kecocokan DNA dengan korban bila mana nantinya ditemukan jenazahnya serta memudahkan identifikasi oleh tim DVI. Anggota keluarga yang diambil sampelnya bernama Haerul Gunawan, adik kandung korban yang mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan,untuk diambil sampel DNA.

"Hari ini ada satu orang yang secara aktif mendatangi posko DVI Biddokes dengan memberikan keterangan tentang hubungannya dengan bersangkutan (korban), termasuk diambil sampel DNA-nya," ujar Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris di Makassar, Minggu.

"Seandainya ditemukan jasad atau tubuh korban, maka akan segera dicocokkan dengan sampel diambil tersebut," tutur Kombes Haris kepada wartawan di Posko DVI setempat.

Selain keluarga korban Muhammad Farhan di Sulsel, lanjut dia, salah seorang keluarga korban lainnya Esther Aprilita sebagai pramugari di pesawat ATR tersebut juga mendatangi Biddokes di Provinsi Jawa Barat.

"Ada juga keluarga mendatangi Biddokes di Jawa Barat untuk diambil keterangan, termasuk diambil sampel yakni keluarga korban salah satunya yaitu Ester, pramugari," tuturnya.

Haris mengemukakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berupaya menghubungi para keluarga korban untuk dapat diambil keterangan maupun sampel DNA-nya. Tercatat ada 10 orang korban dalam kecelakaan pesawat tersebut.

"Masih ada delapan korban lainnya. Kami secara aktif mendatangi dan menghubungi keluarga korban untuk diambil sampelnya," katanya menambahkan.

Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan, Rumah Sakit Bayangkara Biddokes Polda Sulsel kini dijadikan lokasi identifikasi korban pesawat tersebut dan telah didatangkan personel dari DVI Mabes Polri.

"Sampai saat ini keluarga korban sudah hadir untuk diperiksa atau dicek data ante mortem-nya. Ada satu orang yaitu adik kandung dari Co Pilot pesawat," paparnya.

Guna mendukung pelayanan pemeriksaan, lanjut Kapolda, dilaksanakan jemput bola untuk pemeriksaan bagi keluarga para korban dengan berkoordinasi Biddokes daerah lain alam hal pemeriksaan Post mortem dan ante mortem guna mengidentifikasi korban.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:34
02:24
02:55
12:57
05:11
03:43

Viral